pada jalan ini aku berhenti

telah kubuatkan nisan pada perjalanan yang belum selesai
karna angin begitu mudah tumbangkan rerumputan yang tumbuh pada padang sunyi.
dan langit yang misteri tetap dan selalu menyimpan tanya
ah! mimpi ini telah selesai
pada sebuah titik kulminasi
pada sebuah persimpangan ambigu

telah habis segala daya
pada jalan ini aku akan berhenti

gresik,301208

Advertisements

soe hok gie, sebuah puisi

minggu,171261

pada suatu saat dimana qt berhenti
memandang ke belakang
dan memberi salam(mesra tapi sayu)
masa lampau adalah seperti mimpi
terlupa dan berat menarik ke belakang
terkadang kecewa
yang hilang,semua hilang
seperti usus yang lenyap kelemasan
dan kecewa seperti Asvius yang patah hati
kemasakan dan juga kenaifan
keberanian dan penghianatan
apakah qt bisa bicara tentang nilai-nilai sebelum dewasa?

catatan seorang demonstran,soe hok gie

T..I..D..A..K

minggu,171261

pada suatu saat dimana qt berhenti
memandang ke belakang
dan memberi salam(mesra tapi sayu)
masa lampau adalah seperti mimpi
terlupa dan berat menarik ke belakang
terkadang kecewa
yang hilang,semua hilang
seperti usus yang lenyap kelemasan
dan kecewa seperti Asvius yang patah hati
kemasakan dan juga kenaifan
keberanian dan penghianatan
apakah qt bisa bicara tentang nilai-nilai sebelum dewasa?

catatan seorang demonstran,soe hok gie

Filisofi makna dibalik Jam dan kompas

Filisofi makna dibalik Jam dan kompas

Apa yang akan kita pilih bila dihadapkan pada dua pilihan, jam atau kompas?

Pasti akan ada beragam jawaban dan berbagai alasan. Tapi tahukah? Ada sebuah filosofi makna dibalik Jam dan kompas. Orang yang memilih jam hidupnya berorientasi pada waktu, sedangkan mereka yang memilih kompas lebih berorientasi pada arah hidup. Lalu, mana yang lebih baik? Jam atau kompas? Waktu atau arah?

“yang terpenting bukanlah seberapa cepat kita, tapi sudah benarkah arah kita.” Jadi akan lebih bijaksana bila kita memilih kompas. Contohnya saja seorang pelari atau sprinter, seberapa cepatpun dia bila tidak berada di lintasan yang benar, maka sia-sialah. Dia tidak akan pernah jadi pemenang.

Dalam hidup kita harus menentukan kompas kita, kemana kita pergi? Apa tujuan kita? Mau jadi apa? Kompas akan membuat hidup kita lebih terarah. So kompas is my choice.

Gresik,111008


Tentang Pelangi


TENTANG PELANGI, AIRMATA DAN KEBAHAGIAAN

Kenapa pelangi tak lagi datang setelah jatuh airmata langit?

Kata-kata ini pernah menghiasi shout out friendsterku. Terinspirasi dariku yang beberapa tahun ini tak pernah bertemu dengan pelangi. Pelangi disini maksudku adalah pelangi yang sebenarnya. Pelangi yang dilangit, bukan hanya warna pelangi akibat pembiasan cahaya tampak.

Pelangi biasanya terlihat setelah gerimis dan langit dalam keadaan cerah. Tapi sekarang ini menjumpai gerimis saja susah, apalagi berharap pelangi. Entahlah!! Kenapa pelangi tak mau datang lagi ke bumi, tak mau menghiasi langit lagi dengan keindahannya. Apa pelangi bosan? Apa pelangi ditelan efek rumah kaca atau global warming? Issue internasional, masalah global.

Aku rindu pelangi. Saking rindunya FS ku kurubah jadi serba pelangi.background gambar pelangi, primary gambar pelangi dan shout out tentang pelangi. Ya shout out ku kali ini lumayan dapat respon. Mungkin mereka yang jarang melihat, atau lebih tepatnya memperhatikan alam tersadar kalau akhir-akhir ini pelangi jarang muncul.

Iseng-iseng ku search lewat opa Google dari opera mini di Hape, kuketik keyword “tentang pelangi”. Hasilnya kutemukan sebuah halaman yang membahas tuntas tentang pelangi. Mulai dari segi fisika hingga dongeng di balik pelangi. Tapi aku tidak begitu mengerti penjelasan dari segi fisika. Yang kutahu hanyalah bahwa pelangi adalah hasil dari penguraian cahaya matahari(cahaya tampak) menjadi warna yang bermacam-macam, yaitu..mejikuhibiningu. merah, jingga, hijau, biru, nila dan ungu . selain itu pelangi terjadi pada udara yang lembab(setelah gerimis). Katanya pelangi itu sebenarnya bulat, bukan setengah lingkaran. Tapi hanya bisa dilihat bila kita sejajar dengan langit, ya…contohnya saat kita di pesawat. Lalu ada dongeng juga tentang pelangi, konon katanya, pada kaki-kaki pelangi itu adalah tempat tersimpan harta karun trus ada juga cerita kalau pelangi itu selendang dewi-dewi kayangan, ya…cerita jaka Tarub gitu. Wah cerita untuk ngebohongi anak kecil ni kayaknya. Aku ngga’ percaya sedikitpun nih.

Tapi kata-kata shout outku itu bisa dijadiin makna konotasi(makna tidak sebenarny
a).

“kenapa pelangi tak lagi datang setelah jatuh airmata langit”

Pelangi disini bisa diartikan sebagai sebuah kebahagiaan, dan airmata langit(baca:hujan) adalah kesedihan. Jadi kalimat tadi bisa dimaknai, kenapa tak jua datang kebahagiaan setelah kesedihan. Ya…kata-kata ni semacam rintihan dari orang-orang yang tidak bisa bahagia. Wew! Jangan sampai!! Meskipun pelangi tak lagi datang kita harus berbahagia. Bukankah malam masih menyimpan bulan dan bintang? Bukankah pagi masih menggandeng mentari? Bukankah akan selalu ada cahya. Akan selalu ada kebahagiaan. Bila bicara tentang kebahagiaan aku selalu teringat pada kata-kata yang entah dari mana, “jangan menunggu orang lain membawakan bunga kebahagiaan untukmu, tapi tanamilah bunga kebahagiaanmu sendiri.” Artinya jangan menggatungkan kebahagiaan kita pada orang lain, tapi berbahagialah karna diri sendiri, karna hati kita sendiri.

Yah…..kepada pelangi, meskipun kau jarang terlihat, tapi sudah terpatri dalam pikiran setiap orang bahwa engkaulah simbol dari keindahan. I miss u my Rainbow.

Gresik, 121008

Jangan tunggu hari esok untuk mengatakan padanya

ada artikel bagus ni dari dudung.net. mengharukan dan menginspirasi

Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.

Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam… dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja.

Di sekolah, kami memiliki teman2 yg berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yg saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya…. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.

Dia memberikan kata2 yg mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lainnya dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.

Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.

Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.

Saya pulang ke rumah dgn terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.

Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorg. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih krn saya menyadari ia pergi utk pekerjaan besarnya. Jadi… saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.

Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka krn saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.

Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.

Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.

Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yg tepat. Sebelum saya berangkat… tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yg terjadi di New York.

Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun2 berlalu… kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.

Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..

Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil yg mengatakan : “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2”

Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi… Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.

Hari2 berikutnya… dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.

Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama. Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dlm sebuah kecelakaan mobil dlm perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini

Skrg saya tahu… mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorg yg begitu baik spt dia ? Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yg dia kerjakan… tidak bisa membuat suaminya bahagia spt saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary.

Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir… Mengapa ini diberikan kepada saya ?

Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.

Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.

Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pern
ikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.

Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, “Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya ”

Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.

*********************************************************

Pesan moral yg ada dari cerita tersebut :

Jika engkau mencintai seseorang,

“JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA”

karena esok hari itu… mungkin takkan pernah ada.. ;((

Persahabatan kita telah meninggal

Persahabatan kita telah terbunuh

Dalam luka yang dalam

Kenangan hilang dalam aliran darah lukanya

Tawa mengangkasa lalu lenyap tak berbekas

Tuan jiwa, ibu hati, paman nurani berteriak pada dunia,

”Persahabatan kita telah meningal”

Haruskah kubuatkan nisan?

Layakkah sebuah upacara pemakaman mengiringi kepergiannya?

Mustikah kutaburi kamboja pada gundukan merahnya?

Air mata bergema dari tujuh penjuru langit

Aroma sepi membalut udara

Makhluk kecil bergeming menghayati semua peristiwa yang tak tercerna

Persahabatan kita raja, bagaimana ia terbunuh?

Tanya mengangkasa, menari-nari, merasuki

Hingga cintamu datang dalam pedang berlumur darah

”Akulah yang membunuh persahabatan kita”

Tak ada sesal dalam raut wajahnya, tanpa gurat, pergi dalam tawa hambar

Esok dalam deadline surat kabar hitam terpampang

”Persahabatan telah meninggal, dibunuh oleh cintamu”

Kota biru tak bersisa………

Tinggal rasa yang tak tercerna…..

Untuk yang merasa.

persahabatan kita belum meninggalkan? Jangan biarkan cintamu membunuh persahabatan kita. Kumohon tetaplah disampingku dan jadi sahabatku.

Kamar kos, 041208