hey! sebegitu mahalkah sebuah sapa?

enggan kau gantung d depan ubun-ubunmu.
sudut bibirmu kau biarkan membeku.
Terkatup rapat.
kau berpura buta, kau berpura tak melihat.
aku kau tiadakan.
aku hanya bayangan.

apakah arti semua ini? diammu?
wajah beku mu?
kebutaanmu?

senyum dan kata ‘hai’ demikian rapat kau bungkam.

kini, padamu,
kutanyakan kembali,
‘sebegitu mahalkah sebuah sapa?’

Advertisements

gag jelaz: patung

patung itu tergeletak disana,
pada bagian pojok ruang.
terabaikan.

sunyi dan sepi adalah debu yang menempel pada permukaan.
warnanya telah luntur.

patung itu tergeletak pada pojok ruangan.
terabaikan.

tak tersentuh.
tak ada yang peduli.

memang hanya benda mati!
mati!

gag jelaz: ini Ani…ini Budi

awalnya,
kau huruf kanji!
aksara romawi!
simbol yunani!
kau teka-teki
yang tak bisa kuselesaikan.

aq pun menjelma sinichi kudo,
aq menjelma agen FBI,
aq menjadi si ahli tanda, bahasa dan aksara.

sekarang,
kau jelaz sekali!
aq bisa membacamu!
sejelas aq membaca
‘ini Ani…
ini Budi..’