Dapatkah kupinta?

maukah kau kembali bila aku memintamu dg lirih,
dalam mata yg mengkristal dan harapan everents.

bisakah aku memintamu disini.
membantuku memintal tiap helai kain kehidupanku.
mewarnai tiap detailnya,
mengeringkan peluh dan mencuci nodanya.

maukah?
kau
aku
tak ada
melebur dalam kita

‘tetaplah disini!’
berkali aku meminta
berkali aku berharap
tapi kandas!

angin mana yg menerbangkanmu?
ombak mana yg meniadakanmu?

kau
aku
membeku dalam diam

lihatlah senja menertawakan dua orang dengan tembok baja diantara.
kita mencipta jarak, kita mengetikkan spasi panjang
kau aku

kita menjelma alien
yang asing yang jauh
kaukah itu pluto?
akukah itu merkurius?
atau jangan-jangan kita berdiri pada galaksi berbeda?

hei! bagaimana kota biru tenggelam?
apakah disapu tsunami waktu?
atau disambar petir angkuh
katakan! bagaimana semua keping kenangan hancur!

hei!
aku telah menyalipmu dalam tiang pikirku
telah kubingkai dalam figura hatiku
telah ku jadikanmu puisi abadi

jadi maukah kau kembali?
ya! disini
disampingku

Advertisements

3 thoughts on “Dapatkah kupinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s