cermin


Kulihat dua mata penuh luka persis di depanku. Berkaca-kaca seperti menyimpan embun di matanya. Wajah itu menyimpan kabut hitam. Begitu kelam……..begitu pekat……. wajah itu seolah telah padam. Kehilangan seluruh watt dayanya. Setan-setan kesedihan menari-nari mengintari kepalanya. Gerakannya begitu kaku…..ringkih seolah membawa Everents di kedua bahunya. Sungguh kasihan seorang di depanku ini. seperti menyimpan beban kesedihan sedalam samudra. Senyumnyapun hanya terlihat sebagai seringai. Tawa itu pun hambar. Bisa kurasakan hatinya bagai dirajam dengan pisau berkilat-kilat. Aneh!! Tiba-tiba saja semesta diriku terpaku dan berpusat pada sosok di depanku itu. Kemudian pelan-pelan kurasakan nyeri-nyeri tak kasat mata yang mengoyak-ngoyak persendian hatiku. Pasang berdebur-debur menenggelamkan diriku. Sosok di depanku itu sepertinya menstransfer semua kesedihannya padaku. Ya…padaku. dan aku kini merasa tidak berbahagia. Mewarisi kelam…..pekat….setan-setan kesedihan juga airmata dari sosok di depanku.
Pyarr!!!! Kuhantam hingga berdarah. Sosok didepanku itu lenyap. Dan aku masih tidak berbahagia.

Advertisements

5 thoughts on “cermin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s