Padamu kawan

Aku telah lelah mengumpulkan sisa puing-puing yang luluh lantak dimakan ruang dan kala. Aku berulang kali mencoba untuk mengerti coba untuk hancurkan kerasmu kawan!! Tapi aku tak pernah sampai. Dimatamu masih kulihat duri-duri, dan aku masih menjadi seseorang yang tak terlihat.

Aku lelah dengan semua ini kawan!!! Ketika semua harus meninggal dimakan waktu dan ruang. Ketika kota biru harus tenggelam dalam laut kesombongan. Lihatlah aku disini kawan!! Dengan segala kerendahan hati yang sesak dalam diri. Dan aku tetap mencium bau tak peduli dari pandangan matamu.

Aku sudah cukup lelah, selalu begini. Selalu aku bermimpi tentang ikatan suci, tentang ikatan yang takkan pudar, tapi berkali aku jatuh ditumpuk mimpi yang tak sempurna. Ternyata semua ini begitu rapuh. Entahlah kawan!!! Apa yang kau cari? Aku hanya bermimpi tentang negeri yang penuh ketulusan. Yang tak pernah ada tangga-tangga dan dinding baja yang mengotak-kotakkan kita. Tapi berkali mimpiku harus patah. Terlalu tinggikah mimpi ini kawan? Katakan!

Arghhh!!! Aku telah benar-benar lelah kawan. Haruskah kukenakan terus topeng penuh kepalsuan yang tak pernah bisa berjalan beriringan dengan nurani. Tidak kawan!!! Karena aku tahu sebuah topeng hanya akan melukai kulit-kulit wajahku.
Mungkin benar kita memang berada pada penjuru yang berbeda. Labirin yang tak sama. Kau berjalan ke utara dan aku berlari ke selatan. Kau memilih matahari dan aku mencintai malam. Sampai kapanpun kita jelas berbeda.

Advertisements

13 thoughts on “Padamu kawan

  1. nengmetty said: Kalaupun aku ke utara dan kau ke selatan, bukankah kita akan bertemu jua pada setengah putaran keliling dunia?

    Hmm!!! bener juga ya neng. tapi haruskah aku melangkah hingga setengah putaran globe dulu?

  2. wah…sama kayak aku dulu…tapi akhirnya aku nggak bisa mengendalikan kepekaan itu…ujung-ujungnya malah sakit ati.skrg?…aku udah megang prinsip machiavelian ama kapitalis….jadi udah nggak ada yang kayak gitu

  3. wah jangan ditiru prinsip yang aku pilihkarena memang kita harus membuang hati kita (perasaan)…karena prinsip ini kan bahwa manusia itu akan menindas manusia lain dan tidak peduli dengan yang lain (kejam banget)…tapi setelah aku pelajari prinsip ini aku bisa menerima bahwa manusia itu akan menyakiti manusia lain untuk mencapai tujuan dan kesenangannya…jadinya aku nggak dendam and sakit ati gitu…jadi ikhlas dan maklummeskipun kita tak peduli…kita kan tidak (perlu/berarti) menyakiti yang lain…kita hidup sesuai jalan kita sendiri.dengan prinsip ini kita akan fokus pada tujuan dan cita-cita kita (udah punya belum?)dan tidak perlu urusan ama sesuatu yang nggak berguna dan bikin cape…karena perasaan selalu berubah-ubah

  4. seneng aku…akhirnya kamu jujur dan bisa mengerti…fakta yang adaya…meskipun manusia seperti itu…sebisa mungkin kita nggak menyakiti yang lain..kecuali kalo kita disakiti dulu…harus dibalas…(tapi jangan dendam ya)kalo aku sih memang…terkadang denger omongan orang bikin mikir…stres ama pusing.tapi akhirnya aku ingat dengan tujuan ku…aku nggak boleh berhenti dan menyerah…sekarang masih ngerjain paper nih…Met malam…and mimipi indah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s