terima kasih membangunkanku, dengan tangan tak kasat mata

Za, kau mengenalnya?

Lelaki mirip Once, vokalis Dewa 19. Iya Za. Dia tetanggaku yang dulu anjingnya pernah menggigit kakiku. Huh!! Aku takkan lupa hari itu. Saat aku yang masih bocah harus berlari-lari dikejar anjing kemudian digigit. Untung lukanya tak seberapa parah. Ibuku segera mencuci kakiku dengan kembang tujuh rupa. Haha…Ah!! Sudahlah!! Aku bukan mau menceritakan Anjing itu sekarang, yang akan kuceritakan padamu adalah pemiliknya.

Namanya Pras. Dia keturunan Cina Za. Keluarganya semuanya berkulit putih dan bermata sipit. Dia juga Za. Parasnya seperti Cina kebanyakan…tapi sepertinya kulitnya agak sedikit gelap. Mungkin karna terbakar matahari Surabaya yang terkenal sadis dan tak kenal ampun, siap menggosongkan kulit siapapun. Dan tentu saja dia mirip sekali dengan Once Dewa. Ya!! sudah kuberitahu tadi. Tapi biarlah aku suka mengulanginya.

gambar diambil disini

Za, kau taulah bahwa sebagian besar orang keturunan cina adalah nonmuslim. Dia juga Za. Tapi itu dulu. Sekarang dia seorang muslim. Sama seperti kita Za. Memang, kita tak tahu bagaimana dan kapan cahaya islam menyentuh seseorang. Dan cahaya Islam telah menyentuhnya Za, lewat seorang Ustad masjid. Tetangganya. Aku tak tahu kapan tepatnya di masuk islam dan menjadi seorang muallaf. Tapi sepertinya sudah beberapa bulan ini Za.

Lalu apa hubungan antara Pras dan cerita ramadhan? Ada Za……sesuatu yang kecil bagai debu telah masuk ke mata batinku. Membuatku kelopakku berkedip. Dan terbukalah. Terlihatlah semua lebih jelas……Pras, telah membuat orang sepertiku ini ingin bersembunyi ke dasar bumi karna malu.

Za, kau pasti tahu bahwa setan-setan itu katanya diikat pada saat Ramadhan seperti ini. Aku juga tahu itu Za. Tapi entah setan yang bagimana yang diikat……aku jadi ingat sebuah iklan pasta gigi Za. Disitu dikatakan……”Setan-setan diikat di bulan ramadhan, kecuali setan yang ini.” Diiklan itu setan yang dimaksud adalah setan gigi. Benar juga. Tapi aku rasa ada setan yang lain yang tidak diikat saat bulan ramadhan tiba. Setan itu ada dalam diri Za. Setan yang membuat kita enggan melangkah ke masjid untuk teraweh, setan yang membuat kita mengulur-ulur terus sholat lima waktu, setan itu juga yang membuat kita malas melantunkan barang satu ayat Al Quran. Aku juga tak tahu betul apa nama setan yang seperti ini? Nafsukah? Malaskah? Yah!! Aku rasa setan macam ini tidak diikat di bulan ramadhan. Setan ini selalu ada dalam diri manusia. Mungkin telah menjadi bagian dalam tubuh manusia. Entahlah Za!!

Nah Za, suatu saat setan itu menggentayangi diriku. Sholat teraweh rasanya berton-ton beratnya. Di kepalaku hanya terbayang capeknya jungkir balik. Betapa melelahkannya. Setan-setan dalam dirikupun mencari bermacam-macam alasan.

“Ah Chi!! Kau kan sedang flu nanti idungmu meler. Percuma!! Kalau sholatpun gag akan khusyu.”

“Ah Chi!! Sudah istirahat saja kalau lelah!! Cuma sehari koq.”

“Chi, besok tugas kuliah banyak menanti. Lebih baik kau teraweh dulu..”

Ah!!!!!!!!!! Setan-setan itu bergentayangan di kepalaku. Berjuta alasan disodorkan demi pembenaran absent dari teraweh.

Dan kau tahu Za? Seorang Pras membuatku sadar. Tidak Za!! Dia tidak menegurku secara langsung. Tak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya. Ah Za!! Kau tahu sedirilah! Aku tidak begitu akrab dengan Pras. Tapi Za, asal kau tahu! Kadang kita tak memerlukan kata untuk menyentak, membangunkan dan menyadarkan seseorang. Kadang cukup kita goyang tubuhnya atau kita tepuk lembut pipinya saja. Diapun terbangun. Sepertiku. Pras membangunkanku tanpa kata dan suara. Tapi ada tangan tak kasat mata yang tak hanya menggoyang tubuhku, tapi juga mengguncang hatiku bagai gempa. Tangan itu juga yang tak hanya menepuk lembut pipiku, tapi menamparnya dengan keras. Pras membangunkanku hanya dengan melihatnya berjalan tergopoh-gopoh dengan wajah ceria ke masjid. Aku hanya melihatnya lewat depan rumahku. Aku malu Za!! Aku malu pada diriku sendiri!! Pras yang seorang muallaf. Pras yang baru mengenal islam. Tapi begitu taat dan mencintai agama barunya. Aku malu sampai ubun-ubun. Aku telah begitu lama mengenal islam. Aku beruntung terlahir islam. Harusnya aku lebih mencintai islam Za.

“Terima kasih Pras. Di bulan suci ini. Kau, secara tidak langsug telah menyadarkanku untuk mencintai agamaku. Mencintai Tuhanku. Tuhan kita. Terima kasih!!”

*ini kisah nyata dengan sdikit bumbu sebagai penyedapnya………………..diikutin lombanya mas Lalu Lafatah…ada di FBnya…..

Uh!! Menulis kisah ini penuh rintangan ternyata. Huhuh. Tullisan ini awalnya ilang sebagian, gara-gara listrik rumahku njegleg(mati). Tapi dengan semangat..kutulis ulanglagy…..ternyatamenulis itu amat sangat menyenangkan sekali……pas tadi awal-awal gag yakin mau nulis apa….eh….setelah beberapa pargraf mendadak lancar jaya……seperti ada yang membimbing otakku untuk menekan tuts-tuts keyboard…….menulis itu mengasyikkan…….sumpah!! hehehe*

19 thoughts on “terima kasih membangunkanku, dengan tangan tak kasat mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s