kukira[tadinya]

Dalam arena lurus tanpa liku yang kita tapak.
Dua raksasa gajah bisa bergandengan dan berjalan beriringan.
semut-semut kelelahan menjadi musyafir hanya untuk menjelajahi lebarnya.

ini bukan gang sempit yang membuatmu pengap.
ini bukan bukan lorong dimana kau harus memiringkan tubuhmu untuk dapat lewat.
jalan ini bebas hambatan, tak ada kendaraan, tak ada anjing yang memburumu.
tapi kau memilih berjalan bagai kilat.
meninggalkanku yang santai, berjalan dan memendam.

kenapa kau berjalan cepat-cepat!
seperti tak ingin kujajari.
siapa yang tak pantas menjajari siapa?
siapa yang tak pantas dijajari siapa?

tanpa lambaian kau melenggang.
dasar!! kukira kita bisa bergandengan tangan. tadinya.

dunia uchi, 201009 4RS

Advertisements

21 thoughts on “kukira[tadinya]

  1. moestoain said: sini mus gandengin truck hehehe biar lewat jalan gede..SABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

    gag maw…maunya digandengin ma BMW…apa Mercy gitu

  2. moestoain said: puisi kok nyesel mulu hehehheheSABUDI (sastra budaya indonesia)Mari Kita Jaga Bersama!

    wa…….iyakah…..begitukah………….ooooooooooooooooooo tidak!!!

  3. duniauchi said: wa…….iyakah…..begitukah………….ooooooooooooooooooo tidak!!!

    lihat aja.. dan perhatiin…SABUDI (sastra budaya indonesia)Mari Kita Jaga Bersama!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s