Mantra


gambar diambil disini

Sihir yg kau rapalkan tanpa abakadabra, menjadi sesaji yang selalu ingin kunikmati.

tahukah? purnama tak pernah membundar tanpa kugandeng gaibmu.

dan taukah? segala ritual menjadi prosesi yang tersia karna kau tak ada.

bersamamu adalah upacara yang kutunggu.

mistis yang kau eja tanpa dupa, merasuk menggandeng mantra-mantra.

taukah?telah lama aq tersesat dlam matamu, dan tlah terlalu parah labirin yg berputar.

aq tak melihat jalan pulang.

bagaimana nasib bumi saat matahari meninggal?

sepertinya medan magnet yang menancap dalam itu kini telah lenyap.
tak kutemukan lagi semesta gravitasi yang memicu dentuman ritmik.
Mataharimu meninggal.
sepetak kecil itu telah kandas! lenyap!gambar diambil disini

dan janganlah kau tanya padaku kemana segala rasa tak bermuara itu berhingga?
Aku tak pernah tau!

sesal yang berlarian mengendap.
kau tahu? aku membutuhkan cahaya untuk membuatku ‘hidup’

jadi, bagaimana nasib bumi saat matahari meninggal?

tak kutemukan jalannya

mata menatap mata, kugerayangi.
apa kabar?

mata bertemu senyum, kunikmati.
inilah matahari!

mata melihat wajah, kurekatkan.
lukisan memori!

mata menelusur sesosok, kusimpan.
rekaman abadi!

lagi-lagi mata ini tak menemukan jalannya.
padamu, tak ada jalan kembali.

031109
4I