Aku memang salah menandaimu….

Tanda-tanda yang kupasang pada dinding bertahun sampai menahun ternyata salah.
Ternyata aku hanya memunguti bayang yang kukira malaikat tapi nyatanya hantu.
Pada ruang-ruang yang mereka namai maya kubacai sayapmu yang semakin berupa hitam.
Mengerikan sekali melihat kelam melahapmu dengan sempurna tapi kau masih lugas tertawa.
Kau tenggelam tanpa sadar.

Setua ini aku salah menandaimu.
Kau bukan dia yang selama ini ada dan bertumbuh di kepalaku.
Kau bukan dia yang selama ini kureka, kukira dan kucipta.

Dan sepotong kata kecewa bangkit.
Menyuarakan ketidaksukaan atas semesta yang mencetak tinta hitam di lidahmu. Atas sekitar yang menggandeng jiwamu untuk tersesat.
Kau berjelaga tapi masih tegas tertawa.

Lalu apa yang bisa kubuat?
Apa yang bisa kurubah?
Saat matamu menghunus belati.
Dan mengisyaratkan ‘siapa kau! Kau tak berhak.’
Dan kita semakin mengasing.

Memang salah aku menandai rupa dan jiwamu.

I,120310

Advertisements

14 thoughts on “Aku memang salah menandaimu….

  1. Nengmet: yuhuu…….dia telah jadi abu sekarang. Kubakar hidup-hidup. Sadis!Mas fatih: ehem…….sudah kulempar pada lorong waktu…Ayip: berarti saya kaya raya karna telah sering berbuat kesalahan.Mbak yanti: huhu….saya hanya mencoba menulis hati saya…hheeArimbikecil: selamat datang di dunia uchi arimbi^^.Ayoo kita berusaha mengejar mas ayipmu itu,…hehhe

  2. Mbak el: hihihi…..para pujangga memang punya kegilaannya sendiri….Yiry: masak sii yirr!!Bunda rani: seeep lah…okelah kalau begitu^^Mbak larass: he’e…betul betul betulMas moes: yuhuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s