dramatisir: persimpangan

Pada titik itu kau memilih berhenti.
Aku tahu sejak bisu memberangus kata.
Dan sapa menjadi barang mewah di etalase.
Persimpangan yang ternyata maha bercabang menjadikan kita tak pernah sama menunjuk peta.
Sepertinya ini semua mengorbankan apa yang paling mahal.
Ikatan bernama pertemanan yang berkeping luluh lantak.
Entah siapa yang mengangkat palu.
Entah siapa yang melempar batu.
Tapi sejak dulu aku tahu semua akan begini.
Sejak dulu aku tahu hanya dengan membaca gerakmu.
Dengan membaca cuacamu.
Kamu tak pernah mengerti.
Dan aku yang tak pernah bisa mengerti.

melangkahlah,
Pergilah, ”kadang kita harus pergi dari kehidupan seseorang untuk bisa berhenti sakit hati.”
”kadang kita harus merelakan seseorang pergi, demi kebaikan bersama.”

Ah! Jangan terlalu mendramatisir!

180310

Advertisements

9 thoughts on “dramatisir: persimpangan

  1. Pernah ngerasa yg sama…..trs nyanyinya gini chi….”segenap hatiku luluh lantak, mengiringi dukaku, yg kehilangan dirimu….” *hallllllah siang terang kok menyek2 ya Chi…….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s