Masihkah Kau Mencatati Kenangan?

Masihkah kau mencatati kenangan….??
Masihkah kau menandai kalender-kalender dengan bulpen merah jambu…?
Sepertiku…..
Rajin mengukiri memori yang sama. Yang tak dapat beranak-pinak. Stagnan pada sketsa yang itu-itu saja….

Masihkah kau mencatati kenangan?
Masihkah kau menandai kalender-kalender bisu dengan bulpen merah jambu?
Sepertiku…..
Sabar menggaris bawahi waktu-waktu. Detik-detik.
sekalipun pada huruf paling sendu, sekalipun pada paragraf paling airmata.
Lika liku luka mewarna.

Masihkah kau mencatati kenangan?
Masihkah kau menandai kalender-kalender bisu dengan bulpen merah jambu?
Sepertiku…..
Tidak.
Karena rotasimu hanyalah kalimat-kalimat permainan yang masa bodoh hendak berbuat apa dan menjadi bagaimana.
Karena gravitasimu tak menarik makna-makna.

Masihkah kau mencatati kenangan?
Masihkah kau menandai kalender-kalender bisu dengan bulpen merah jambu?
Sepertiku…..
Ah! mimpi!
Kau hanya bisa mempermainkan.
Kau hanya bisa mengambang dan menulisi banyak lembar.
Kau tak pernah peduli.

Masihkah kau mencatati kenangan?
Masihkah kau menandai kalender-kalender bisu dengan bulpen merah jambu?
Sepertiku…..

230610

mohon doa restu

Sebelum bergelut dengan mikro-imuno-parasito malam ini, just want to doing sesuatu yang saya suka. Yeah! Writing! That’s my truly hobby beside reading and dreaming…..oke! Trough, gag jelas mau nulis apa(kebiasaan!)…oke just do it.

Sepertinya para khalayak ramai( bahasa apaan ni) sedang dilanda demam cinta…eeee salah ding….maksud saya demam piala dunia. Dimane-mane pade mbahas ni event….gag di warung kopi, tipi, eF-Bi sampe eM-Pi…semua pada ngomongin Piala dunia. Disamping kos saya kadang ada nonton bareng sekampung….dan saya rasa-rasanya tidak perlu menonton Tipi untuk tahu kapan terjadi gol…karena suara teriakan ‘goooooLLL’ mereka sudah cukup menjadi penanda.
Hmm…PD? Ada yang njadiin ajang tarohan….tarohannyapun kayaknya bervariasi mulai lima ribu perak sampe lima ribu dolar. Mungkin. Soalnya saya bukan pengamat dunia persilatan….ee salah ding….dunia ‘pertaruhan’ maksudnya. Ada yang gag malam mingguan ma pacar gara-gara mbela-mbelain nonton bola bunder satu yang diperebutkan 22 orang di lapangan.
Yaa….semua pada terkena demam piala dunia kayaknya….tapi lain ding sama saya. Kalau saya mah terkena demam ujian akhir semester.
Sebagai mahasiswa yang rajin(?), pintar(?), tidak pernah membolos(?), tidak pernah mengantuk saat dosen menerangkan(?), selalu mendapat nilai A di ujian sebelumnya(?) maka sayapun mendapat semacam serangan menjelang UAS ini. Diantaranya serangan cinta,…eee….salah ding….yang ada serangan strees, pusing dan otak yang overload. Tapi yang paling membahayakan adalah serangan rasa males dan rasa kantuk…..itu godaan paling bahaya! Paling bahaya!

Yaa….ujian gini seperti biasa, saya selalu sedia Cerebr*v*t. Nutrisi otak supaya 0ksigen mengalir lancar ke otak. Dengan oksigen yang mengalir lancar diharapkan ilmunya juga mengalir lancar ke otak.
Selain itu juga sedia minuman-minuman berkofein yang merangsang susunan syaraf pusat supaya kita tidak mengantuk.(rupa-rupanya insomnia sangat diperlukan sewaktu musim ujian) yaa….untuk minuman berkofein saya memilih cappucino…entah saya belum melihat berapa kadar pasti kofein yang terkandung disana.

Apa lagi ya??
…………………….

Akhirnya sekian yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum Wr.Wb…………

*terima kasih dan maaf anda telah menghabiskan beberapa menit untuk membaca ketidakpentingan ini. Semoga anda berbahagia*

*doakan saya sukses ya ujiannya

*oke

*semoga
*uchi
*sukses
*mengerjakan
*Semuuuaa
*ujian
*semoga
*hasilnya
*sangat
*amat
*memuaskan
*sekali
*amin

*terima kasih
*mercy
*arigato gozaimasu
*thank you
*T3nGk1y0uu (bahasa alayers)

zaman SD, zaman Bahuela

masih ingat?
Dulu saat SD, di buku paket Bahasa Indonesia ada cerita tentang ‘Ayam dan Elang’. Entah apa judul aslinya saya tidak begitu ingat. Tapi cerita di dalamnya saya tidak akan pernah lupa. Seperti menancap di memori otak saya.

Jadi……

Alkisah,
zaman dahulu kala, sebenarnya Elang dan Ayam itu sama-sama tidak bisa terbang. Tapi suatu hari si Elang menemukan jarum ajaib. Dia lalu menjahit sayapnya dengan jarum itu dan….taraaa………..tiba-tiba si Elang bisa terbang.
Si Ayam yang hal ini, ingin juga mengikuti jejak si Elang. Menjahit sayapnya supaya bisa terbang.
Tapi rupa-rupanya si Elang tidak rela ada yang menyamainya….so….dia membawa jarum ajaib itu terbang lalu membuangnya entah kemana.
Nah! Si ayampun nyari-nyari tuh jarum dengan mengais-ngais tanah.
Dan sejak saat itu si Elang dan si Ayam gag pernah akur……..

*sepertinya ceritanya seperti itu. Kalau saya tidak salah ingat. Hoohho*

dulu pas SD saya memang suka sekali membaca cerita-cerita macam itu…..kalau ada pembagian pinjaman buku paket setiap tahun. Buku pertama yang saya bolak-balik pasti buku bahasa Indonesia. Karena disana banyak cerita rakyat, legenda, dan semacamnya.

Di SD ku dulu, tiap bulan para siswanya dibagiin buku perpus untuk dibaca di rumah…..lha…petugas pembaginya akan dapet tambahan 2 atau 3 buku ekstra. Dan jangan ditanya saya yang paling rajin mengajukan diri sebagai petugas…hohoho lumayan……

Selain itu saya juga suka sekali membaca majalah anak-anak seperti BOBO dan Mentari Putra Harapan…….
Mau baru, mau bekas……semua saya lahap sampai kenyang……

Sampai saat ini saya masih ingat beberapa cerita di majalah2 itu….
ada ‘ratu yang mempunyai 3 putri yang rambutnya puanjang. Ada yang rambut emas, perak, perunggu’
Ada cerita danau pencuci kaki. jadi kalau mencuci kaki di danau itu kaki kita bisa mengecil, bisa membesar.
trus cerita tentang anak yang mau ngebuang ibunya yang sudah renta ke hutan. Sepanjang perjalanan si ibu terus saja mematahkan ranting-ranting. Ternyata dia berbuat begitu agar anaknya tidak tersesat saat kembali dari hutan…hohooh so sweet n sad. Akhirnya anaknya sadar dan tidak jadi membuang ibunya.

Trus juga ada cerita Oki Nirmala, Bona dan Rong-rong, paman Gober, bibi tutup pintu, apa lagi ya……??

Jadi……
Sepertinya kebiasaan membaca saya sudah ada sedari kecil dan masih imut.
dan satu lagi yang dapat saya simpulkan yakni(resmi banget bahasanya) ingatan masa kecil itu tertanam kuat banget di memori otak entah kenapa……….

*fuihh…….betul kata bu Sirikit Syah….’menulis itu membebaskan’.*
*merasa lebih tenang dan bahagia setelah menulis*

bukan masalah

Bukan masalah.
Saya tidak merasa salah dan kalah.
Bukan berarti juga kamu yang salah dan
kalah.
Sama sekali tidak.
Karena kita hanya berbeda satuan dalam
mengukur sesuatu. Gram, miligram,
mikrogram. Liter, mililiter, mikroliter.
Dan kita hanya berbeda standar dalan
keberatan dan keringanan, kebagusan dan
kejelekan, kebenaran dan kesalahan.
Itu saja.
Ya!
Bukan masalah!
Saya tidak merasa kalah dan salah.
Bukan berarti juga kamu yang salah dan
kalah.
Sama sekali tidak.
Kita hanya berbeda lensa dan kacamata.
Atau kita hanya berbeda perspektif,
berlainan sudut pandang.
Ya sudah…..
Tiap diri punya kedirian sendiri.
Ya sudah…..
300510
Penilaian manusia hanya soal selera.
Dan nyatanya kita punya selera yang
berbeda.
Jadi tidak ada masalah sebenarnya.
Ya! Saya kira begitu