zaman SD, zaman Bahuela

masih ingat?
Dulu saat SD, di buku paket Bahasa Indonesia ada cerita tentang ‘Ayam dan Elang’. Entah apa judul aslinya saya tidak begitu ingat. Tapi cerita di dalamnya saya tidak akan pernah lupa. Seperti menancap di memori otak saya.

Jadi……

Alkisah,
zaman dahulu kala, sebenarnya Elang dan Ayam itu sama-sama tidak bisa terbang. Tapi suatu hari si Elang menemukan jarum ajaib. Dia lalu menjahit sayapnya dengan jarum itu dan….taraaa………..tiba-tiba si Elang bisa terbang.
Si Ayam yang hal ini, ingin juga mengikuti jejak si Elang. Menjahit sayapnya supaya bisa terbang.
Tapi rupa-rupanya si Elang tidak rela ada yang menyamainya….so….dia membawa jarum ajaib itu terbang lalu membuangnya entah kemana.
Nah! Si ayampun nyari-nyari tuh jarum dengan mengais-ngais tanah.
Dan sejak saat itu si Elang dan si Ayam gag pernah akur……..

*sepertinya ceritanya seperti itu. Kalau saya tidak salah ingat. Hoohho*

dulu pas SD saya memang suka sekali membaca cerita-cerita macam itu…..kalau ada pembagian pinjaman buku paket setiap tahun. Buku pertama yang saya bolak-balik pasti buku bahasa Indonesia. Karena disana banyak cerita rakyat, legenda, dan semacamnya.

Di SD ku dulu, tiap bulan para siswanya dibagiin buku perpus untuk dibaca di rumah…..lha…petugas pembaginya akan dapet tambahan 2 atau 3 buku ekstra. Dan jangan ditanya saya yang paling rajin mengajukan diri sebagai petugas…hohoho lumayan……

Selain itu saya juga suka sekali membaca majalah anak-anak seperti BOBO dan Mentari Putra Harapan…….
Mau baru, mau bekas……semua saya lahap sampai kenyang……

Sampai saat ini saya masih ingat beberapa cerita di majalah2 itu….
ada ‘ratu yang mempunyai 3 putri yang rambutnya puanjang. Ada yang rambut emas, perak, perunggu’
Ada cerita danau pencuci kaki. jadi kalau mencuci kaki di danau itu kaki kita bisa mengecil, bisa membesar.
trus cerita tentang anak yang mau ngebuang ibunya yang sudah renta ke hutan. Sepanjang perjalanan si ibu terus saja mematahkan ranting-ranting. Ternyata dia berbuat begitu agar anaknya tidak tersesat saat kembali dari hutan…hohooh so sweet n sad. Akhirnya anaknya sadar dan tidak jadi membuang ibunya.

Trus juga ada cerita Oki Nirmala, Bona dan Rong-rong, paman Gober, bibi tutup pintu, apa lagi ya……??

Jadi……
Sepertinya kebiasaan membaca saya sudah ada sedari kecil dan masih imut.
dan satu lagi yang dapat saya simpulkan yakni(resmi banget bahasanya) ingatan masa kecil itu tertanam kuat banget di memori otak entah kenapa……….

*fuihh…….betul kata bu Sirikit Syah….’menulis itu membebaskan’.*
*merasa lebih tenang dan bahagia setelah menulis*

9 thoughts on “zaman SD, zaman Bahuela

  1. PERTAMAX….saya udah lupaa.. buku SD..cuma inget buku kelas satu. Buku bahasa Indonesia dimana tulisan di sana di pisah2 biar gampang di eja..Maklum masuk SD dulu gak mesti udah bisa baca kaan, gak kek sekarang, masuk SD WAJIb udah bisa baca.. 😀

  2. mbak nita: hoho……pertamax tempat kehormatan mbak nita…..Ho’oh…tapi skrg kayaknya koq udh jrg menemukan anak sd yg bca bobo ya…?Bunda rani: baik bund. Bentar lagi mw berjuang buat UAS ni….Mbak larass: yaaa…..nebeng dunk mbak larass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s