Ketika Waktu Luang Membunuhmu dengan Perlahan

Semakin merasa seperti kapak tumpul karena tidak pernah diasah dan digunakan. Semakin merasa berkarat. Semakin merasa menjadi patung dengan pose eksotik, bertopang dagu simbol segala kemalasan.

Memang benar…waktu luang yang terlalu panjang bisa membunuhmu secara perlahan. Definitely right! It kills me!
yang terbunuh adalah semua semangat berkarya dan melakukan sesuatu.
Yang terbunuh adalah kreativitas dan hasrat untuk menulis.
tunggu!
Yang terbunuh? Atau saya sendirilah yang membunuhnya!
Ya! Kemalasan dan slogan ‘enjoy your life’ menggoda saya seperti buah khuldi menggoda Adam dan Hawa.
‘nanti saja!’
‘masih ada waktu’
‘besok…..ya besok’

Menunda=malas

Saya masih ingat sebuah kata mutiara yang ada di buku bahasa Indonesia SMA….
‘Pemalas adalah orang yang lebih baik menderita dengan penderitaan yang kini diderita, daripada menderita karena melepaskan diri dari penderitaan tersebut’
Yeah! it’s me…!!
I’m a lazy people!

Liburan=berleha-leha dan melakukan pekerjaan sia-sia.
Nonton tv, nonton dvd, tidur….
itu semua sia-sia! Sia-sia!
Ohh….how I hate that monotonous activities….oh…how I hate my self for doing useless thing…

Actually I wanna write a short story or a novel anyway…..saya sudah membayangkan bagaimana alur ceritanya, karakter tokohnya, kejadian yang akan mereka alami.
Tapi semua berhenti pada batas bayang-bayang tanpa realisasi. Dan itu artinya zero! NOL!
Entah saya tidak bisa menuliskannya, entah saya takut memulai, entah saya kurang percaya diri, entah apa yang saya tunggu, entah kenapa saya terus menundanya, entah yang entah ada alasan dan jawaban atau tidak.

I’m a lazy person. May be the laziest in the world. I hate my laziness…….tidak tertolong!

Tunggu!
Saya harus keluar!
I have to find the way out!
Saya tidak mau mati sia-sia tanpa menghasilkan apapun.
But how?
Bagaimana?
Apa yang harus saya lakukan?

”Mulailah dan lakukan chi. Itu saja!” sebuah suara muncul entah darimana.
”oh yeah mudah sekali mengatakannya. But in the practice?”
”ayo chi bangkit! Kamu pasti bisa!” another sound said
”oh yeah baiklah!” masuk kanan keluar kiri….
”chi, please!” yang ini terdengar memelas……

Tapi koq saya tidak juga tersentuh…….
Kemalasan ini terasa begitu nyaman sekaligus menggelisahkan…..ingin lepas tapi terlalu berat ditinggalkan….
it’s feel like lullaby…..ninabobok yang sungguh melenakan.

Oh please! Harus bangun! Kalau perlu siram satu tandon air! Atau mandi kembang tujuh rupa! Apapun!

Bangun!
Wake up!
Qum!

Ayolah!

Advertisements

8 thoughts on “Ketika Waktu Luang Membunuhmu dengan Perlahan

  1. mas suga: hmm betul betul betul…..Mbak yanti: huhu…benarkah?…Nengmetty: kemana aja neng? Lama tak muncul? Apa itu internet affiliate??Mbak sinta: program apakah itu mbak…boleh minta link??

  2. ha ha ha, sini, yiip pasang detonator bom, kabel birunya yip sambung ke bahan peledak, merahnya ke jari kamu, jika dalam waktu 5 menit kamu berenti nulis, kabel biru akan merespon dan ngirim ke reseptor peledak, lalu angka digital itu menyala, kedap kedip, berhitung mundurrrrr………how fool look like you are. bumm !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s