Tenda Biru

tak sengaja lewat depan rumahmu/ kumelihat
ada tenda biru/ dihiasi indahnya janur kuning/
hati bertanya pernikahan siapa/ tak percaya
tapi ini terjadi/ kau bersanding duduk di
pelaminan/ Notes ini ditujukan untuk seseorang yang baru
saja tadi mengirimkan pesan singkat kepada
saya kalau entah orang yang dicintainya entah
mantan orang yang dicintainya akan segera
menikah dengan wanita lain.
Lalu saya bertanya padanya, ”Patah hati?” Dan dia menjawab, ”engga biasa aja” entah dia
memang biasa saja atau tidak.
”trus kenapa?” saya tanya dia lagi.
”gag pa-pa. Gag bisa aja liat dia sama orang
lain. Kalau diundang ku ga bakal dateng.”
Hufh! Saya mengerti rasanya. Itu pasti berat sekali.
Mengetahui orang yang kita cintai bersama
orang lain saja akan terasa berat kan? Apa
lagi melihatnya berada di pelaminan bersama
dengan wanita lain. Pasti terbersit pikiran,
”harusnya saya yang ada di sana dan mendampinginya. Bukan dia”.
Karena mendapati fakta bahwa dia,… orang
yang kita cintai menikah dengan orang lain
adalah sama dengan mendapati fakta kalau
kita akan kehilangan dia selamanya.
Orang bilang, selama janur kuning belum melengkung dia masih milik umum.
Lalu bagaimana jika janur kuning itu sudah
melengkung? itu artinya tidak ada kesempatan
lagi kah?
Seorang teman pernah melontarkan candaan.
sekarang pepatah ”sebelum janur kuning belum melengkung dia masih milik umum” itu
udah basi, yang lebih baru itu ”sebelum batu
nisan terpancang, dia masih milik umum”
Hahha…
Tapi dipikir-pikir ada benarnya juga….orang
pacaran bisa putus..orang menikah bisa cerai kan….hehe…bukan berarti ini mendoakan
perceraiannya lo ya. Ah! Lupakan.
Kembali lagi pada soal pernikahan orang yang
kita cintai dengan orang lain.
Berapa orang sih yang akan datang ke
pernikahan orang yang dicintai? Cuma orang-orang yang berhati seluas langit
saja yang akan datang ke neraka seperti itu.
sedangkan sebagian besar yang lain akan
memilih melarikan diri dan tidak datang.
Tapi masuk akal juga sih. Daripada datang
terus tiba-tiba nangis tanpa bisa ditahan. Akan merusak pesta pernikahannya juga kan.
Ya…lagipula dari pada sakit hati lebih baik
melarikan diri. Hehe.
Tapi pada akhirnya kita juga harus menerima
bahwa, dia memang bukan jodoh kita. Bahwa
Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang lebih cocok dengan kita. Seseorang yang
nantinya akan mendampingi kita di pelaminan
sana. Tiap gembok punya kuncinya masing-
masing kan? Jadi buat orang yang sms saya tadi harap
sabar aja ya mbak. Kalau gag kuat dateng gag
usah dipaksain dateng ya.

Advertisements

3 thoughts on “Tenda Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s