Mudah Saja




Mudah Saja

Lucia Dwi E

“Apa kabar?”

Sepotong kata tanya kau bebaskan di udara. Memenuhi kamarku, memantul-mantul di dinding yang begeming. Jam tua menggantung di sebelah pigura coklat berisi kata mutiara ”love is so short, forgeting is so long” itu kata-kata Neruda. Jarum jam yang pendek dan gendut menunjuk angka 12 sedangkan jarum yang kurus panjang menunjuk angka 3.

Di luar sudah gelap. Hawa dingin merasuk lewat kulitku lalu menembus hatiku. Di luar dingin, aku menggigil.

Sepotong kata tanya “Apa kabar?” yang kau ucapkan dari seberang sana terdengar sangat menyakitkan. Apalagi kata itu keluar dari bibirmu dengan nada datar tanpa perasaan.

“Apa kabar?”

Aku tahu perpisahan ini begitu mudah untukmu. Sangat mudah bagimu untuk pergi meninggalkanku. Tapi bagiku tak pernah mudah. Tak akan pernah mudah andai kau tahu Fir..

***

Cintamu ga akan pernah membebaskanku

Bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain saat sayap-sayapku telah patah karenamu Cintamu akan tetap tinggal bersamaku hingga akhir hayatku

Kau pernah mengirim pesan singkat itu. Pesan yang membuatku melayang-layang di udara saking bahagianya, saking tersanjungnya. Aku mencintaimu. Sangat.

Aku mencintaimu tanpa tahu apa dan bagaimana. Aku hanya tahu hatiku mencintaimu. Itu saja. Tak perlu alasan karena bagitu tidak perlu ada alasan untuk mencintai.

Dulu kukira kau mencintaiku dengan tulus sebagaimana aku mencintaimu. Kukira sayapmu benar-benar telah patah untukku. Tapi aku salah. Jika ada seseorang dengan sayap patah. Itu adalah aku. Aku telah mematahkan sayapku sendiri untukmu tapi kau malah terbang mencari cinta lain.

Malam itu adalah malam paling kejam. Malam saat kau membuka semua topeng yang kau pakai.

“Aku tidak pernah mencintaimu Za. Selama ini aku hanya memanfaatkanmu. Aku hanya mempermainkanmu. Saat aku bilang aku mencintaimu. Semua itu palsu. Aku hanya berpura-pura. Selamat tinggal.”

Dan detik itu juga langit seperti runtuh dan hatiku menyerpih.

Tidakkah kau mengerti? Tidakkah kau rasakan betapa besar gelombang cinta yang kukirimkan?Ah! Sepertinya kau memang tidak mengerti. Kau tidak akan pernah mengerti dan kau tidak akan pernah merasakannya. Karena kau tercipta tanpa hati. Kau tidak punya hati.

Dan malam ini setahun setelah kau pergi. Kau dengan tanpa rasa bersalah bertanya “apa kabar?

“Apa kabar? Tidak semudah itu Fir. Semuanya tidak pernah mudah bagiku.

Dan kaupun tidak berhak menanyakan kabarku setelah apa yang kau lakukan.

Kau tidak berhak!! Karena aku tidak pernah baik saja setelah semua yang kau lakukan padaku.

Tuhan
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku bedoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku

Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Mudah saja…

(SO7-mudah saja)

210711

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s