puisi : Dunia di sebuah Kepala

Apa yang kita dapat dari seberkas kematian yang tak pernah nyata dan terus-menerus kita ulang?
Napas-napas berat yang dipaksakan tak akan baik bukan?
Dalam bayang-bayang, kita menyeret-nyeret kejadian-kejadian yang harusnya berakhir di pembuangan.
Dalam angan-angan, kita terus membaui kenangan-kenangan yang tidak mengenakkan.
Dalam kepingan pikiran kita terus saja memutar kesalahan-kesalahan.
Kebohongan-kebohongan menjelma pedang yang menusuki rongga dada kita.
Kita harus keluar kan?
Maka, tak ada anggapan dasar yang lebih menenangkan dari kematian.
Tanpa kuburan.
Tanpa upacara pemakaman.
Tapi sepasak keyakinan menumbuhkan sayap.
Dia sudah mati dalam dunia di sebuah kepala.

Gresik 070811 22:54

Advertisements

One thought on “puisi : Dunia di sebuah Kepala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s