Setitik Debu

Ada debu di kaca jendela yang susah kau bersihkan.
Matamu menatap nanar karena setitik kotoran merusak keindahan jendela yang kau suka.
Ada pemandangan luar biasa di balik sana.
Tawa-tawa yang merekah dan lompatan-lompatan bahagia.
Tapi setitik debu menghalangi matamu dari keluarbiasaan itu. Dari keindahan itu.

Debu itu kecil saja sebenarnya, tapi sangat mengganggu.
Kau hampir frustasi menggosok-gosoknya dengan lap dan kain pembersih.
Tapi debu itu punya keteguhan tak tertandingi. Betapa bebalnya dia menempel di sana. Betapa hebat ketahanannya.
Kaupun mulai menangis. Menangisi debu yang mengotori kaca jendelamu. Airmatamu bercucuran tak terkendali. Kau tidak tahu betapa konyolnya ini. Betapa bodohnya kau terlihat. Cuma gara-gara setitik debu!

Pemandangan indah terhampar di balik sana. Tapi, kau tetap terpaku pada setitik debu di kaca jendelamu.

280911

Advertisements

One thought on “Setitik Debu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s