My Songphobia

Jika ada lagu yang males banget dengernya. Bukan karena lagunya gag enak. Bukan karena suara penyanyinya gag merdu. Bukan karena lagunya ndeso ataupun lainnya. Tapi karena pada lagu itu ada sisa-sisa kenangan yang tidak ingin kita punguti kembali.

Saya sendiri paling sensitif kalau denger lagu ‘punk rock jalanan’ huh! Padahal dulu suka banget banget banget. Bahkan tiap sehari bisa lebih dari tiga kali muter atau nyanyi lagu ini. Sekarang berbalik 180 derajat. Ga mau denger lagu itu lagi. Gag mau! Gag mau! *tutup kuping*

Kenapa?

Karena lagu itu seperti memanggil kembali ingatan tentangnya. Inget dia yang nyanyi lagu itu sambil main gitar di telepon. Inget waktu itu tiba-tiba keluar airmata entah kenapa. Dan dulu suka lagu itu gara-gara dia. Gag peduli liriknya yang ternyata jadi ‘gue banget’ sekarang *terutama bait terakhir* 😦

Kukira kau setia padaku
Ternyata kau menduakanku
Sungguh hatiku tak mengira.

dan sekarang ngerasa bodoh. Kenapa dulu pake acara nangis segala untuk orang seperti dia T.T hiks bodohnya.

Lagu lain lagunya Eren, judulnya ‘Tak Kan Pisah’. Dulu juga dia yang nyanyi-nyanyi di telepon. Trus live di depan saya main gitar pake lagu ini. Liriknya ‘kita banget’ pas waktu itu. Tapi sekarang?! Jangan ditanya!! 😦

Sayang aku ingin berbicara kepadamu

Tentang apa yang tengah aku rasakan

Ada apa ada apa katakanlah semuanya

Ku kan dengarkan duhai cintaku

Bila nanti orang tuamu tak meridhoi

Dengan apa yang kurasakan padamu

Semua orang tua ingin yang terbaik untuk
anaknya

Begitupun orang tuaku

Kau takkan tinggalkanku

Takkan pernah sayangku

Janjimu janjiku untukku

Takkan ada yang bisa pisahkan kita

Sekalipun kau telah tiada

Akan kupastikan

Ku kan memeluk mencium di surga

Jangan kau pergi tinggalkan aku

Bawa aku kemana kau mau
Janji ku padamu Jiwa dan ragaku

Mati ku pun mau.

Dan sekarang baru nyadar kalau dulu tu cuma melankoli akut. Cuih cuih palsu banget.

Terus juga ada lagunya La Luna yang Lara Hati. Ini lagu pas kita bener-bener pisah. Dan masing-masing dari kita ngeklaim kalau lagu ini ‘Gue banget’. Sebenarnya sama aja sih. Cuma tinggal kata ”ku” diganti ”mu”. Begitu juga sebaliknya. You know what I mean lah….terutama lirik ini ni…

Kalau versi dia

Kata maaf tak bisa menebus.
Atas satu khilafku padamu.
Kau merasa dikhianati.
Kau putuskan untuk pergi.

Kalau versi saya.

Kata maaf tak bisa menebus.
Atas satu khilafmu padaku.
Ku merasa dikhianati.
Ku putuskan untuk pergi.

Dulu pas jaman masih sakit hati banget pasti langsung mewek-mewek denger lagu ini. (dasar cengeng).

Tapi ya sudahlah ya semuanya sudah berlalu. Makanya saya bisa nulis note ini dengan hati datar. Gag pakai acara mewek-mewek atau marah-marah.

Kalau dipikir-pikir notes ini gag jelas banget dan kurang kerjaan. Yasudahlah. Sudah terlanjur ditulis juga.

051111

21.15

Advertisements

4 thoughts on “My Songphobia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s