Mata yang Terbakar

Di ujung jalan itu matamu lagi-lagi terbakar.
Apa yang menjadi masa lalu memang pantas disampahkan.
Tapi ingatan selalu saja begitu kejam menebarkan asin pada luka-luka yang menganga.
Dan kau tidak bisa menutup mata pada apa yang muncul di kepala.
Maka wajahnya menjadi dua muka.
Satu yang kau rindu sampai gila, satu lagi yang kau benci sampai mati.
Maka suaranya menjadi dua sisi, satu yang ingin kau dengar saat dia bernyanyi, satu lagi yang ingin kau caci dengan nada tinggi.Memang kita pantasnya memelihara keasingan demi keasingan.
Memang kita harus memberi kilometer yang ribuan pada ingatan.
Memang…

070512

Advertisements

4 thoughts on “Mata yang Terbakar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s