Jerat

: Alfanita Zuraida

Pada pagar yang melintang itu kau merasa terjerat.
Sepetak kecil melingkar di kakimu yang berat.
Wilayah ini telah digarisi oleh kecemasan-kecemasan yang berlebihan.
Daerah ini telah dibatasi oleh semacam kekhawatiran-kekhawatiran.
Maka di luar adalah singa-singa kelaparan.
Maka di luar adalah bisa mematikan.
Kau kini tahu betapa kasih sayang kadang memang menumbalkan sayapmu.
Kini kau mengerti betapa cinta berlebihan bisa teramat menyesakkan.
Maka pada sepetak itu kau terpaku.
Memandangi lalu lintas manusia yang membawa koper-koper menantang singa, melawan bisa.
Di balik pagar yang kini kau sebut sangkar.
Kau aman.
Tanpa pengalaman.

Gresik, 10 Juni 2012

Advertisements

One thought on “Jerat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s