Seperti Ayam yang Mati

Tadi pagi ayam itu mati,
konon sepi telah membunuh dirinya sendiri.
Bangkainya terbengkalai pada geming yang sempurna, lalu roh nya pergi entah kemana.
Mungkin seperti itu caramu harus mati.
Begitu saja mengemas kaki.
Lalu tinggal kuburan yang malas disambangi.
Mungkin seperti itu caramu meninggalkan diri.
Selamanya tidak berjumpa, hilang ditimbun tanah.
Bagaimanapun kau harus mati sebenarnya.
Tapi hati terus saja menghidupkanmu dengan bodohnya.

Tentang Percaya

Taruhlah kepercayaan, cinta, hati atau apapun pada manusia. Tapi bersiaplah untuk kecewa.

Kami, anak skripsi mikropartikel mempercayai bapak itu sebagai laboran yang menyenangkan. Tapi bapak itu mematahkan kepercayaan kami dengan melaporkan kami pada dosen itu.

Dosen itu memberikan kepercayaan kepada kami, dan kami juga menghancurkan kepercayaan itu.

Karena masing-masing kita punya kepala.
Dan kepala kita masing-masing berbeda.

Not Because I hate You

My unpolite,
My high tone,
My bad word,
My uncare,
That isn’t because I hate you.
I just to afraid to fall again when I remember how hurt is it,
So I avoid you,
Let you think that I damn hate you,
Let you think how bad am I,
Let everything apart,
Let that distance between us,
Then,
You will forget me,
I will forget you,
Love, miss
You will forget that word,
So will I,
Then,
We are became a stranger,
And everything gonna be okay…
Like today…

F,110712

Marathon

Lalu peluitpun dinyalakan.
Bersedia….
Siaaaap…..
Yaaaaaak……
Pada akhirnya skripsi membuat kami harus menjadi pelari marathon…
Mengejar detik-detik…
Mengejar waktu….
Bahkan tidurpun dihantui mimpi skripsi….
Olalaaaaa…………

Pharmacy corner ( Kumpulan Memori di Farmasi)

Kelak, semua ini akan merindukan kita,

Kelompok Kimia Analisis

Praktikum steril, siapa bisa nebak uchi yang mana?

Study tour Bandung-Jakarta

Acara Cakrawala di Semester 3


Ngelembur saat OSPEK

OSPEK

Bersiap Praktikum Fisfar

menyempatkan diri bernarsis ria di acara Baksos

Kelas B

Cakrawala

Berdesakan naik Mobil TNI

Praktikum apa ya ini..lupa…

Praktikum Sediaan Solida

Uchi dan Fizi

Jeng jeng…tablet obat maag

uchi bertopeng

Bon Bahan Liquida

Bersama para mencit

Cakrawala firework

Narsis di Farmakokinetik

diskusi farmakokinetik

mencit yang unyu-unyu

Produk Fitofar

Produk Semisolida

Yudisium setengah jalan

Beasiswa

Kelompok PBL Pelayanan

Kelompok PBL Manufaktur

Kelompok Skripsi

Survey Farmasi Masyarakat ke Panti Werdha

Hyaaa….banyak juga poto-poto nya…, sebanyak memori yang tinggal selama 4 tahun ini

The Five Hunters

Jadi, ceritanya saya dan empat orang teman saya, Diah, Roisah, TIka dan Rosa. Ya….sebut saya kami para gadis yang imut dan manis dengan sengaja menobatkan diri kami dengan nama Five Hunters? Why? Karena minggu kemarin kami berlima semangat sekali memburu Talk Show para penulis di acara Gramedia Fair yang diadakan di Gramedia Expo Basuki Rahmat Surabaya. Sebenarnya satu minggu itu kami semua harus menjungkir balikkan otak untuk mengerjakan soal-soal UAS, tetapi dengan tekad yang sekuat beton kami pun mencuri-curi waktu di sela UAS.

Perburuan pertama, Rabu tanggal 27 kami menetapkan target seorang penulis asal kota Padang yang melejit lewat bukunya yang berjudul ‘Negeri 5 Menara’ dan ‘Ranah 3 Warna’. Yuhuu….Bang Ahmad Fuadi (jangan tertukar dengan Anwar Fuadi ya…karena kalau Om yang satu itu adalah pemain sinetron). Yaaap…sayang sekali di acara ini kami sedikit telat sehingga kami melewatkan tayangan PPT tentang proses kreatif Bang Fuadi menulis novelnya. Tapi tidak apa-apa, setidaknya kami masih kebagian bincang-bincang atau bahasa kerennya Talkshow. Beberapa pertanyaan dilemparkan oleh penonton. Saya amati setiap penonton yang akan bertanya selalu saja mereka memperkenalkan diri mereka, lalu istilah sarkasmenya ‘pamer diri’. Seumpamanya seperti ini, Iya saya bunga. Saya seorang penulis juga. Buku kumpulan menulis saya ‘Bunga-bunga di taman’ sudah terbit oleh penerbit X…la la la….Entah, apa pakem nya memang seperti itu ya? Saya juga kurang tahu sih…. Mungkin sekalian promosi juga kali ya. Ya sudahlah. Di kesempatan kali ini kami, para five hunters tidak ada yang mengajukan pertanyaan. Jujur saya pribadi bukan penggemar Ahmad Fuadi. Buku Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna yang tersimpan di lemari buku rumah saya masih belum berhasil saya tamatkan. Sebenarnya motivasi saya datang ke acara ini sederhana saja, mencari motivasi. Talkshow yang sekitar 2 jam itu pun ditutup dengan acara booksigning dan foto bersama. Acara yang tentu saja sayang untuk dilewatkan.

Penulis novel Negeri 5 menara

Five Hunters bersama bang Ahmad Fuadi

Selepas dari acara booksigning dan foto bersama, datanglah mas Fatah bergabung dan mengobrol dengan kami. Sayang sekali dia belum berhasil mendapatkan tanda tangannya bang Fuadi karena waktunya yang sudah habis. Maka mas Fatah pun berinisiatif menemui Bang Fuadi di belakang panggung. Five Hunters pun mengikuti Mas Fatah. Lumayan bisa ngobrol sebentar dengan Bang Fuadi. Ketika berpisah Bang Fuadi menyebut kami calon pemain Film. Padahal yang terobsesi menjadi pemain film cuma Roisah, yang lainnya ingin jadi penulis. Mungkin muka-muka kami ini muka artis kali ya? (please jangan muntah!). Selanjutnya karena hari itu bertepatan dengan ulang tahun Mas Fatah, maka mas Fatah yang baik hati itu pun mentraktir minum kami berlima.

Cimory, Yogurt favorit saya ^^

Setelah hilang rasa haus, kami kembali ke toko buku Gramedia, dan setelah mengubek-ubek buku-buku diskon, saya pun memilih buku ‘Menerbitkan Buku Itu Gampang’ karya Jonru, dengan harga lima belas ribu saja.

Perburuan kedua, targetnya adalah Mas Iwan Setyawan. Penulis novel 9 summers 10 Autumns, yang juga melauching buku barunya yang berjudul Ibuk.

Saat itu five hunters kehilangan satu personel. Rosa, harus pergi ke kota Batu untuk sebuah urusan berlabel skripsi. Jadilah cuma kami berempat yang berangkat, ditambah dengan Niza yang hari itu ikut bergabung dengan kami. Ketika saya, Tika dan Diah datang, kursi sudah cukup penuh. Seorang mbak-mbak memberikan tiga buah apel kepada kami. Kenapa apel? mungkin karena Mas Iwan memang berasal dari Batu yang khas dengan Apelnya, apalagi buku 9 Summers covernya juga bergambar apel. Acara segera dimulai, beruntung kami masih mendapatkan tempat duduk. Ternyata Mas Iwan ini orangnya gokil pakai banget-banget. Jika talkshow dengan A.Fuadi kemarin semuanya berlangsung tertib dengan tanya jawab yang dipandu oleh pembawa acara. Maka, kalau Mas Iwan ini style nya lain. Dia menolak berbicara dengan posisi duduk. So…berdirilah dia. Kata-kata pun lancar meluncur dari mulut mas Iwan, gayanya yang kocak, kata-katanya yang bebas dengan kosa kata khas jawa timur yang sedikit kasar. Saya langsung teringat dengan stand up comedy.

Beberapa kata mutiara yang meluncur dari mas Iwan saya catat di HP

“Mencintai harus sekarang, mencintai tidak bisa menunggu”

“Cinta membutuhkan keberanian untuk mengetuk pintu hati.”

“Cinta harusnya sederhana dan kokoh.”

“Hidup bukan penderitaan, melainkan perjuangan.”

“Smart is cool, orang pintar itu keren.”

dan beberapa ‘kata mutiara khas Jawatimuran seperti

” Mateeek…!”

“Sialan….!”

” Janc**k”

juga tak sungkan keluar dari mulut mas Iwan. Don’t try at home ea!

Mas Iwan Setyawan ‘berstand up comedy’

Ketika sesi tanya jawab dimulai saya pun tidak mau melewatkan kesempatan. Dengan muka yang (di)antusias(antusiaskan) akhirnya mbak pembawa acara memilih saya. Saya pun bertanya hal yang umum saya. Dari seorang yang tidak pernah menulis, menjadi seorang penulis bestseller, bagaimana caranya? Yah…berkat pertanyaan itu saya mendapat satu buah kerudung berlabel Ibuk dari Mas Iwan…horeee…..
Seperti perburuan pertama, acara kali ini juga ditutup dengan booksigning dan foto bersama…

Perburuan Ketiga,

Kali ini targetnya adalah Mas Donny Dhirgantoro, penulis bestseller novel 5 cm dan novel 2. Sebelum Mas Donny tampil, saya menyempatkan diri berkeliling melihat buku-buku, dan buku diskon memang membuat gelap mata. Saya yang sedang mengalami krisis moneter tidak bisa menahan diri untuk tidak membeli buku-buku keren dengan harga murah.


dua buku yang harganya @ Rp 15.000 saja

Tidak lupa menyempatkan diri untuk bernarsis ria


Acara talkshow pun dimulai. Bang Donny membahas proses kreatif bukunya, perkembangan film 5 cm yang sudah syuting di puncak semeru dan akan premier tanggal 12 bulan 12 tahun 2012. Saya pun kembali mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Saya pun bertanya pertanyaan titipan dari kakak saya, kenapa sih di Novel 5 cm, Riani koq sama si itu…gag sama si itu? sengaja tidak saya sebutkan namanya supaya tidak terjadi spoiler. Kasihan mereka yang belum membaca. Dan pertanyaan titipin ini membuat saya satu buah komik 5 cm….horeee lagiiii…!!!

Sibuk tanda tangan

Foto bersama

Komik 5 cm dari Mas Donny dan kerudung Ibuk dari Mas Iwan

tanda tangan Mas Donny, usang banget yak buku 5 cm ku


Ayoo…the Five Hunters, kemana perburuan kita selanjutnya??