Kau tahu cara melahirkan puisi? Cukuplah kau tikamkan pisau itu di dadaku. Karena tiap tetes darah adalah aliran kata-kata.

Kau tahu cara melahirkan puisi? Cukuplah kau tikamkan pisau itu di dadaku. Karena tiap tetes darah adalah aliran kata-kata.

Advertisements

4 thoughts on “Kau tahu cara melahirkan puisi? Cukuplah kau tikamkan pisau itu di dadaku. Karena tiap tetes darah adalah aliran kata-kata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s