That missing piece

I saw some photos in your facebook. I saw your cheerful face. Then, I realized that I miss that cheerful. I realized that the missing piece since you gone is your laugh. I miss your happines that always affected me. You live your life like there is no load. I miss your joke. I miss the way you make me smile. I miss how you entertain me. I miss how you sing your favorite song in phone. But everything going wrong since you did that mistake.

image

Advertisements

Cinta, Cantik dan Sebagainya dan Sebagainya

Orang-orang masih memuja wajah, kulit dan sebagainya dan sebagainya.

Kalau kamu masang foto atau wajah jelek, trus orang ninggalin kamu. Biarin mereka pergi. Itu artinya mereka cuma liat kamu dari fisik aja. Kalau ada orang bilang cinta sama kamu tapi ngatur-ngatur kamu pake make up kayak gini lah. Pake baju kayak gini lah. Kamu harus selalu cantik lah. Kayaknya perlu dipertanyakan lagi deh cintanya. Haloooo I think true love is loving someone unperfect perfectly. Intinya menerima apa adanya. Isn’t it? so just be your self!

 

Image

iya haloo ini wajah jelek saya. Masalah buat eloooo!!?

 

Image

Kepada Engkau: Kita Bukan Keledai

: Za

Semoga tak ada yang merupa-rupakan dirimu dirinya Za. Orang-orang sekarang suka membesarkan kepalanya. Aku temui banyak orang aneh Za dan tak dapat kupahami motivasi mereka melakukan keanehan tersebut. Orang lain juga mungkin akan menganggap aku dan kamu aneh Za. Mungkin akan bertumbuh pertanyaan di kepala mereka, how she can be like that? How can? How come?

Tapi kita tidak dapat terus mendengar semua suara itu Za, kita tidak bisa terus memelihara kekhawatiran dari suara-suara itu. Kau pernah mendengar cerita tentang keledai dan tuan nya kan Za.

Ada seorang ayah dan seorang anaknya sedang melintasi negeri yang jauh dengan menunggang keledai. Barang bawaan mereka cukup banyak dan diikatkan pada kedua sisi keledai. Awalnya si ayah dan anak menunggangi keledai itu. Si keledai berjalan dengan pelan karena beban berat di punggungnya. Di jalan ayah dan anak itu bertemu dengan seorang wanita yang tiba-tiba muncul dan menghalangi jalan mereka. ‘Hei, kau ini tega sekali. Tidakkah kau lihat keledaimu kepayahan membawa beban yang teramat berat itu.’ Atas saran perempuan itu si ayah memutuskan turun dan berjalan kaki sambil menggiring si keledai. Baru beberapa puluh langkah mereka lalu berjumpa dengan seorang pria tua. Pria itu bergumam pelan tapi masih dapat di dengar si ayah. ‘Lihatlah betapa tidak berbaktinya anak itu, bagaimana bisa dia menyuruh ayahnya yang sudah cukup tua itu berjalan kaki sedangkan dirinya yang masih lincah itu duduk santai di atas keledai?’ maka formasi pun berganti. Si ayah kali ini yang menunggang kuda. Tapi di jalan lagi-lagi rombongan itu bertemu dengan sesorang. Kali ini seorang anak kecil yang berteriak lantang. ‘Hei bapak, tidakkah kau lihat putra kecilmu itu kepayahan sedangkan kau enak-enakan duduk di atas kuda. Si ayah pun. Tidak ingin dituduh sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab. Maka turunlah dia dari keledai. Kini cuma ada beban barang di tubuh keledai. Si ayah dan si anak nampak kepayahan berjalan kaki. Tapi orang-orang tak berhenti berkomentar sampai di situ. Seorang wanita memandang mereka dengan heran. ‘Lihatlah betapa bodohnya orang itu. Mereka mempunyai keledai tapi tidak dimanfaatkan. Malah berjalan kaki.’

Betapa melelahkannya kalau kita mendengar semua kata orang. Begitulah Za tiap-tiap kepala punya pemikirannya masing-masing yang tidak harus kita ikuti. Kau pasti sudah sangat paham ini kan Za?

Step Up 3 Revolution

Image

Habis nonton film Step Up 3 Revolution sore ini. Awalnya mau lihat Perahu Kertas, tapi entah kenapa pada akhirnya lebih tergoda untuk membeli tiket Step Up 3 Revolution. Tindakan ini mungkin berdasarkan asumsi bahwa Step up 3 Revolution ini akan lebih seru dari pada Perahu Kertas. Entah asumsi ini benar atau salah yang jelas film Step Up 3 ini cukup menghibur.

Film ini dimulai dengan sekelompok muda-mudi yang tiba-tiba saja melakukan aksi tarian di jalan. Aksi ini tentu saja menghebohkan orang-orang di sekitar. Beberapa mengaku senang dan menikmati tarian tersebut, tapi beberapa menganggap mereka hanya anak muda pembuat onar. Grup dance bertitle The Mob ini ternyata mengincar suatu kontes di youtube yaitu harus mendapatkan 10 juta pengunjung untuk mendapatkan hadiah.

Aksi The Mob tidak hanya sampai di situ, berlanjut di sebuah galeri seni (menurut saya ini yang paling keren), restoran, hingga ruangan rapat direksi yang ingin menggusur wilayah tinggal The Mob dan menggantinya dengan Hotel mewah.

Menurut saya film Step Up 3 revolution ini konfilknya kurang jleb gitu. Dan penyelesaiannya juga kayaknya koq gampang banget. Cenderung gag masuk akal sih. Tapi gerakan dance nya saya akui kereeeen bangeet. Saya kasih 5 jempol deh…( satu jempol minjem) hehehe….

Kepada Engkau

Menyerah sekarang berarti bunuh diri Za!

Kau bisa saja mengambil tempat di pojokan sana. Menggumam dengan rambut berantakan. Meratap-ratapi kepanikan. Lalu di matamu kutemukan kosong. Di kepalamu tak berpenghuni. Dan di hati tak ada apa-apa lagi. Tapi apa bedanya semua ini dengan terjun ke jurang dan bunuh diri. Apa bedanya jika segala kejatuhan itu engkau buat sendiri.

Sedang kau masih di atas dan bisa menari. Sedang kau masih baik-baik saja dan bisa berlari. Sedang kau masih bisa berteriak dan bernyanyi. Kau, tidak boleh jatuh sekarang!