Yang Kita Tuntut

Telah kita relakan detik-detik pada langkah-langkah yang mondar mandir.

Sudah kita tegakkan punggung- punggung pada garis waktu.

Lembar-lembar tak putus-putus kita tafsirkan.

Kesimpulan-kesimpulan tak jenuh kita rumuskan.

Maka demi peluh yang menetes pada kening kita.

Maka demi ilmu yang tumbuh di sel kita.

Kita,

Akan terus menuntut,

dan menuntut,

Pengetahuan.

 

Karena,

Bertanya,

Takkan membuatmu berdosa,*

 

 

*Fahd Djibran

 

Puisi ini saya baca dengan tangan gemetaran di acara gathering farmasetika….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s