Ketika Dia Hilang, Aku Tahu

“Mereka bilang, gue harus berbahagia ngelihat elo bahagia Al. Dan gue membenarkan itu. Tapi kenapa airmata ini tidak juga berhenti dari mata gue Al,” Kanaya datang di hadapanku dengan mata yang berderai. Kristal-kristal bening dengan cepat berjatuhan dari matanya.
“Elo memang harus berbahagia Kanaya,” ucapku dengan nada yang kubuat agar terdengar datar di telinganya.
“Tapi ternyata gue gag bisa Al. Gue gag bisa bahagia,” airmata semakin menderas di matanya. Aku paham benar badai itu tengah menyambar hatinya.
“Berhentilah hidup dalam drama Kanaya, elo harus ngebuka mata dan hidup di kenyataan.”
“Jadi, elo kira semua ini cuma drama? Cinta gue? Rasa sayang gue? Airmata gue? Semua cuma drama? Gue tahu, gue tahu Al. Gue gag pernah berarti di mata elo. Gue gag pernah ada di mata elo,”
“Ya…elo memang gag pernah berarti buat gue. Elo bukan siapa-siapa. Elo cuma anak orang kaya yang menyedihkan. Gue cuma manfaatin elo. Itu…itu kan yang pengen elo denger dari mulut gue Kanaya.”
“Loe jahat Al! Kenapa elo jahat banget sama gue?”
“Sudahlah, pergilah Kanaya! Pergi dari hidup gue!” akhirnya kata-kata itu yang keluar dari mulutku. Kata-kata yang berhasil membuat Kanaya menutup mukanya dengan tersedu-sedu dan berlari meninggalkanku.

Sekarang tinggal punggungnya yang kulihat semakin menjauh dari pandangan mataku. Aku sangat tahu apa yang dia rasakan. Kanaya, gadis cantik, baik, berpendidikan dan kaya yang mencintai pemuda miskin yang suka mabuk seperti aku. Pemuda yang tidak pernah sadar betapa Kanaya mencintainya sampai pada saat mereka berpisah. Apa yang pernah ada dan kita kira tidak berarti ternyata menjadi sangat bermakna ketika hilang. Kanaya, yang dulu kusia-sia kan kini menjelma menjadi seseorang yang sangat dan akan slalu kurindukan. Ketika aku sadar aku sangat mencintai Kanaya, semua sudah terlambat. Kesalahanku membuat aku harus rela melepaskan Kanaya. Memintanya menjauh dengan cara apapun termasuk membuat diriku menjadi jahat di matanya. Selamanya Kanaya tidak boleh tahu betapa aku menyebut namanya di setiap helaan napasku. Dia tidak boleh tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s