Mata Kapakmu

Seperti sebelum-sebelumnya kau selalu rajin menebang dan betapa aku giat menanam.
Kapakmu telah menjadi senjata yang melumpuhkan ingatan. Yang memenggal kejadian-kejadian menjadi keping yang berserakan. Aku adalah jati yang kau libas kepalanya, yang kau cerai beraikan kulitnya.
Mata kapakmu menjadi terlalu kejam dan tidak peduli.
Terima kasih.

Oktober, 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s