Pisau Itu, Kamu

Dia akhirnya mengingatmu kembali. Tadi, saat di kampus, handphonemu bergetar. Nomer asing yang tak kau tahu. Tapi kau mengangkatnya, lalu berlari mencari tempat sepi. Lalu, suara itu. Kau mengenalinya. Sangat mengenalinya. Dan sangat merindukannya. Dan dia tidak perlu tahu. Kau berpura-pura biasa saja. Mengatakan kau sibuk. Dan dia memutus teleponnya. Dan kau kecewa. Telepon yang kamu tunggu. Tapi kamu memang benar-benar sedang sibuk.

Maka, sepulang dari kampusmu yang lumayan menjengkelkan itu, kau mengirim sms ke nomer tak dikenal di HP mu. “Dengan siapa ini?” lelaki yang kau cintai? Lalu HP mu berdering. Dering yang kau tunggu. Suaranya di seberang sana, betapa kau ingin memeluknya. Tapi sekian kilometer itu telah berhasil menjadi jurang yang teramat lebar. Kau hampir tak mengenalinya. Dan bagimu, dia begitu sukses menghapus semua tentangmu. Tapi kau tidak peduli, kesempatan ini, berbicara dengan dia lagi, dia yang kau cinta sampai gila, bagimu tak layak di siakan. Lalu kalian bicara seperti tak pernah terjadi apa-apa. Kau begitu gigih mengelak hal-hal yang seharusnya memang kau iyakan. Bagimu dia tidak perlu tahu, kau masih menyimpan nisan itu. Dia berbicara banyak, begitu bebas, seperti dulu. Keceriaan yang membuatmu gila. Namun kau tahu. Dari percakapan itu, dari nada suaranya. Semua sudah berbeda. Cinta itu sudah sirna dikutuk masalah. Lalu untuk apa percakapan itu? Penghapus rindu? Padahal kau paham benar. Sebanyak apa pun pertemuan dan perbincangan, rindu itu akan tetap kekal. Maka sekali lagi kau merasakannya, kehilangan suara yang kau cinta. Entah kapan dia akan mengingatmu kembali lalu menderingkan bunyi handphonemu lagi. Mungkin tidak pernah. Semua telah musnah.

“Kau tahu? Ada yang lebih tajam dari pisau waktu, yakni rindu.” (Agus Noor)

November, 2012

Advertisements

5 thoughts on “Pisau Itu, Kamu

  1. “Memendam rindu itu sakit, Bara.” tulisku di salah satu cerpen yang baru beberapa minggu kubuat. uchi.
    membicarakan rindu, memang sering kali terasa pilu apabila ia telah menjadi kenangan.

      • hihihii beberapa waktu lalu sempat aku posting di fb dan blog. tapi sebagian sudah aku hapus karena kepikiran untuk ikutan lomba. banyakan lomba sekarang syaratnya nggak boleh di publish di dunia maya tulisan kita 😦 nggak sebebas dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s