Kami (tidak) Sabar

Kamu harusnya datang siang ini, cuaca begitu tidak ramah. Harusnya kau datang.

Tapi kamu tidak juga datang. Semakin banyak yang menunggu. Beberapa kepala mereka kulihat mendidih tapi kamu tidak bisa dipaksa, ada otoritas yang tidak terbantahkan mengatur tiap detail kedatangan dan kepergian. Semuanya. Termasuk kamu.

Kau pasti tahu, peluh itu berkembang sejahtera sekali. Kelak cuaca juga yang menguapkan, sepertinya.

Aku ingin menjadi orang kaya, lalu memasang AC di kepalaku.
Orang kaya tenang-tenang saja.
Orang miskin sudah biasa.
Orang sedang-sedang seperti aku ini yang menggeliat-geliat penuh serapah.

Kau belum datang. Kau terlambat lagi. Kami (tidak) sabar menunggu.

HUJAN

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s