Sesuatu di Kepalamu dan Kepalaku

Lalu, sampailah kita pada gambar biru itu, waktu.
Yang tiada lengah mengucap salam jumpa pada sunyi yang meremah.
Yang mengalir melalui garis-garis tanganmu.
“Ada penghapus di kepalanya.”
Seseorang membisikiku.
Biar dia simpan di sana. Selama dia berbahagia. Tidak masalah.

“Lalu kepalamu?”
Kepalaku,
Pensil tak pernah selesai menggambar sunyi di sana.

November, 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s