Kepada Ayah

Aku kian rajin bertanya-tanya, Ayah. Arah mana yang akan menemukan kepercayaan pada kepergian engkau. Orang-orang menangis di luar. Mata ibu bengkak. Mata kakak sembab. Airmata seperti gorengan yang laris manis. Kenapa mereka menangis Ayah? sedang engkau tidak kemana-kemana. Mereka mengira Ayah sudah pergi. Aku tidak. Ayah masih di sini. Aku tahu.

Orang-orang mengepak baju Ayah, kopyah Ayah, sarung Ayah, celana Ayah. Aku bilang, biarkan. Biarkan benda-benda itu mewakili keberadaan Ayah di sini. Biarkan, aku bilang.

Beras berkilo-kilo, Gula berkilo-kilo, uang koin. Perlambang apa Ayah?

Lalu hari-hari berlalu dengan menggandeng doa Ayah. Yang tak putus mengalir dari mulut aku, dari mulut Ibu, dari mulut kakak, dari mulut mereka yang menyayangimu Ayah. Doa, bukankah itu satu-satunya yang membuatmu tidak lapar, dan merasa dingin di sana Ayah?

Aku tahu, sekarang saat aku merindukan, aku hanya bisa mengulang-ulang wajah Ayah di kepala, mengulang-ulang suara ayah, melihat ayah diam di gambar, lalu melihat pesan-pesan Ayah yang tersisa.

Aku sudah banyak belajar menerima kehilangan, Ayah. MilikNya lah segala yang ada di langit dan di bumi. KepadaNya lah semua kembali. Yang paling melegakan adalah Ayah memilih(atau dipilihkan) waktu yang tepat.  Ayah pasti bahagia di sana.

Tidak ada kekuatan yang menandingi kekuatanNya.

Bukan kematian benar menusuk kalbu

Kerelaanmu menerima segala tiba,

Tak kutahu setinggi itu atas debu.

Dan duka maha tuan bertahta.

(Chairil Anwar)

Image

Advertisements

3 thoughts on “Kepada Ayah

  1. Aku akan selalu merindukanmu

    Akan selalu ku ingat pesanmu untukku
    Guru musikku do’a ku mengalir untukmu..
    .selalu selalu dan selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s