Ada Lubang di Jantung Hendrik

Hendrik bilang ada lubang di jantungnya. Hendrik bilang dia pernah koma. Hendrik bilang dia hanya mendengar tangis ibunya saat itu. Hendrik bilang umurnya mungkin tidak lama. Hendrik bilang dia siap mati kapan saja. Hendrik bilang kami mungkin tidak bisa bertemu lagi. Dan aku menitikkan air mata mendengar ceritanya. Aku kasihan padanya. Aku ingat ayah. Sakitnya sama. Alat picu jantung yang sama.

Namun kadang aku masih meragukan kebenaran ceritanya. Aku baru mengenalnya. Dan kepercayaan sudah menjelma barang mewah. Entahlah.

Advertisements

Talk Show Kala Kali

6 Februari kemarin ada talkshow novel Kala Kali by Mbak  Windy Ariestanty sama Mas Valiant Budi. Mbak Windy Ariestanty saya kenali sebagai editor sekaligus Pimrednya penerbit GagasMedia, sedangkan Mas Valiant Budi saya kenali dari tulisan-tulisannya yang selalu membuat shock therapy di bagian endingnya. Hari itu saya kesana bersama teman seiya sekata kalau soal beginian, sebut saja inisialnya Tika Rahmatillah. Hehehe. Saya membawa serta 2 buku koleksi saya untuk dibubuhi tanda tangan mereka, dua buku tersebut adalah Kala Kali dan juga Joker nya Mas Valiant Budi. Saya sedikit menyesal tidak membawa Kumcer Perkara Mengirim Senja dan Menuju(h) karena baru ingat ada tulisan Mas Valiant Budi juga di sana,

Yah…ketika melihat mereka di talk show saya berkesimpulan mereka itu orang yang asyik. Kalau Mas Valiant sudah saya perkirakan dari tulisan-tulisannya sudah terasa orangnya gokil, tapi kalau mbak Windy gag nyangka bakalan segokil itu. hehehe

Dan satu yang tidak akan saya lewatkan di setiap Talk Show yaitu mengajukan pertanyaan. Hihi selain kepoo juga biar bisa dapet hadiah. hihihi….ya Sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui lah,,,,,

Dan ini foto-foto yang saya kumpulkan selama acara

 Image

Image

Imagehiw

Titik

“Sekarang kamu tahu, dia bukan sekedar patung batu.”

Kau kira dia akan selamanya di sana. Terdiam pada titik tempatnya. Titik yang kau yakin benar paling aman. Tidak terlalu dekat dan menjerat, namun tidak pula terlalu jauh hingga masih bisa kau gapai dengan ujung tanganmu. Tapi tidak, dia makhluk berkehendak. Pada suatu moment akhirnya dia memutuskan untuk beranjak dari titik stagnan yang kau tetapkan. Ada perasaan sedikit menyesal yang membayang di dirimu. Menyesal tidak menariknya lebih dekat padamu. Tetapi tidak apa-apa. Itu namanya pilihan. Pilihannya untuk berhenti dan menyerah. Pilihannya untuk pergi dan meninggalkan. Konon, dari sini dirimu tahu, seberapa kadar cinta yang dia punya. Dan kau menyimpulkan. Tidak ada. Bagimu ini berarti hanya perasaan suka, karena mereka yang mencintaimu, akan selalu bertahan di sisimu. Selamanya.

Image

Tuhan, Jangan Bilang Lagi Itu Terlalu Tinggi

'...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam.'

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : 'Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku...'
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : 'Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku...'

Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

(Dewi Lestari – Curhat untuk Sahabat)

__________________________________________________________________________

So why this old song fit me perfectly.

Seorang yang biasa saja, segelas air putih, Tuhan jangan bilang lagi itu terlalu tinggi.

030213

Image

Holiday Plan

Hari ini terlalu dini kah untuk menyusun rencana-rencana. 4 bulan ke depan yang kosong mau digunakan untuk apa. But I’ve arrange my holiday plan.

1st : Ngedit Kumcer Avventura yang diterbitkan secara Indie

2nd: Belajar Nyetir Si Mumun, peninggalan ayah

3rd: Follow lomba-lomba penulisan, bikin cerpen kirim ke media

4th: Nyusun first novel yang masih galau mau nulis cerita seperti apa.

5th: going to somewhere, screaming, andrenalin, be happy and experience

itu dulu sementara, dan bisa dilakukan perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu…