Kamu Hidup, Itu Cukup

Aku sudah mengikhlaskan jarak itu. Di sana kamu hidup. Aku melihat kamu tertawa dalam kepalaku. Aku melihat kamu tetap bernyanyi. Aku melihat kerianganmu yang biasa. Itu, cukup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s