Kita Bicara Soal Cinta Malam Ini

Gunung memang lebih indah terlihat dari kejauhan. I think I’ll falling (in love) again. Tapi tidak ternyata. Aliran yang deras itu serta merta berhenti, degupan itu kembali normal, dan saya tidak sesak napas lagi. Semua kembali pada kedataran yang biasanya saat saya menjumpai sesuatu yang tidak saya suka di dirinya. Ini pastilah bukan cinta. Itu mungkin hanya euforia sesaat, excited yang berlebihan, atau sebut saja apapun itu, tapi jelas bukan cinta.
Saya kenal cinta, dan cinta bukan seperti itu. Cinta itu menerima dia apa adanya. Termasuk menerima kelemahan-kelemahan orang yang kita cintai. Dan itu tidak mudah terpatahkan oleh apapun. Bahkan kalaupun kita menemukan sesuatu yang kita benci di dirinya, kita mungkin berusaha merubah sebelum akhirnya kembali menerima dia apa adanya.

Selama ini, saya jelas hanya pernah mencintai dua orang. Tuan 28 Januari dan tuan 28 Juni. Seperti kebetulan cosmis dua-duanya mengandung angka dua puluh delapan. Dua orang yang bagaimanapun tetap saya sukai. Namun, dua orang itu kini mungkin tidak dapat lagi saya jangkau. Seperti quote yang pernah saya baca, dua orang mungkin ditakdirkan untuk bertemu dan jatuh cinta namun mereka tidak selalu ditakdirkan untuk bersama. Dan saya sudah mengikhlaskan jarak itu. Ketidakbersamaan itu.

Setelah ini mungkin saya akan bersikap dingin. Dingin yang membuat mereka terhenti dan menghentikan aliran yang mereka punyai. Kita, hentikan semua drama cukup sampai di sini.

Bersambung….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s