Rumah

Di dunia yang semakin asing dan tidak aku kenal.

Aku menyebutnya rumah bagi (si)apa yang menerima segala kekusutan yang ada pada diri kita. Rambut kusut kita, baju kusut kita, muka kusut kita.
Aku menyebutnya rumah bagi (si)apa saja yang menerima segala apa yang kita sebut sebagai kejelekan dan kekurangan.
Yang tidak peduli kebiasaan paling gila yang kita punya, yang selalu menyiapkan ruang-ruang yang nyaman untuk kita berada.
Tidak akan ada tempat berlindung paling aman yang lain selain rumah. Tidak ada tempat istirahat paling nyaman selain rumah. Tidak akan ada penerimaan yang paling gila selain rumah.

Rumah selalu punya dua tangan terbuka yang merentang memeluk kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s