Salah

Dan Nalar, ketika nanti aku berbuat lebih banyak lagi kesalahan, bolehkah aku lagi-lagi menyalahkan ingatan yang seperti asap, yang tidak bertahan lama dan lekas hilang? Atau ini karena kepala yang kadang tidak berada di tempatnya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s