Review : Konser

Judul buku           : Konser
Penulis                  : Meiliana K. Tansri
Penerbit                 : Gramedia
Tahun Terbit          : 2009
Tebal                       : 296 halaman

Fajar, seorang pianis andalan Simfoni Bintang yang sangat berambisi menggelar sebuah konser tunggal. Ambisinya itu membawanya pada hubungan rumah tangga tanpa cinta dengan Elise, seorang putri konglomerat. Elise begitu mencintai Fajar, sedang Fajar hanya berpura-pura mencintai Elise supaya mertuanya bisa menyokong dana konser tunggalnya.

Semua rencana Fajar akan berjalan mulus andai saja tidak muncul gadis manis bernama Kirana. Kirana, seorang pemain biola berbakat yang langsung melejit dan menjadi idola di Simfoni Bintang. Kirana, dengan segala sifat dan kepolosannya mampu menumbuhkan benih-benih cinta dalam diri Fajar.

Manakah yang akan dipilih Fajar? Ambisinya menggelar sebuah konser tunggal yang megah, atau cintanya kepada Kirana? Bagaimana nasib Rumah tangganya dengan Elise?

Tidak dipungkiri bahwa hal pertama yang menarik dari sebuah buku adalah covernya karena bagaimana pun pepatah yang mengatakan don’t judge the book from it’s cover, tetap saja pertama kali saya pasti menjudge sebuah buku dari covernya. Perkecualian pada buku-buku penulis yang kita suka. Seburuk apapun covernya, pasti masuk keranjang belanja.

Menurut saya cover novel ini cukup elegan dan membuat penasaran. Tuts piano yang tampak di close up. Sederhana namun saya suka. Melihat cover ini entah kenapa membuat saya berpikir ‘sepertinya ini buku bagus’. Dan untuk novel metropop buku ini cukup bagus. Meskipun membaca ini, saya seperti melihat sebuah sinetron. Mudah ditebak alur ceritanya. Entah mungkin ini efek dari sisa membaca ‘Kembar Keempat’ karya Sekar Ayu yang menimbulkan kejutan-kejutan saat membacanya, sehingga otak saya secara tidak sadar membandingkannya.

Sosok Fajar membuat saya membayangkan seorang Nicholas Saputra sedang sosok Kirana mungkin akan pas dimainkan Maudy Ayunda bila seandainya saja Novel ini difilmkan. Ini hanya pendapat pribadi saya. Beda pembaca pastilah beda imajinasi dan bayangan.

Gaya bahasa di novel ini, seperti novel metropop lainnya, lancar, ringan dan mudah dimengerti. Novel ini membuat saya mempunyai sedikit bayangan tentang dunia musik orkestra, meskipun tidak dibahas secara mendalam. Paling tidak saya jadi tahu beberapa judul komposisi dari Mozart dan Beethoven. Saya juga mendapat sedikit pengetahuan tentang biola, dan ternyata sebuah biola bermerk stardivarius rupanya sangat di idolakan oleh pemain orkestra dan ternyata harganya dapat mencapai 1,2 milyar, setara dengan harga sebuah rumah.

Ada beberapa adegan dalam novel yang terasa janggal misalnya ketika Kirana diganggu oleh Elbert, seorang pemuda kaya dan ditolong oleh Sudarto Seperti adegan tempelan yang dipasang demi mempertemukan Kirana dan Sudarto.

Untuk menghabiskan akhir pekan dengan tenang dan bacaan ringan. Novel ini bisa jadi pilihan.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s