What is your criteria?

Kalau ditanya kriteria suami seperti apa yang kamu harapkan?
Maka tentu saja saya akan memberi jawaban
Sosok ideal
Yang pintar,
Yang cakep,
Yang kuat,
Yang bisa jadi imam,
Yang sholeh,
Yang puitis,
Yang romantis,
Yang baik hati,
Yang penyayang,
Yang jujur,
Yang setia,
Yang suka baca buku,
Yang suka nulis,
Yang bisa masak,
Yang suka travelling,
Yang tidur ga ngorok,
Yang suka jalan-jalan,
Yang suka kuliner,
Yang sabar,
Yang suka bersih-bersih rumah,
Yang selalu bisa nganter kemana aja,
Yang bisa dekat sama keluarga,
Yang keren,
Yang wangi,
Yang tinggi,
Yang putih,
Yang alisnya tebal,
Yang senyumnya manis,
Yang pandai cerita,
Yang pandai gambar,
Yang bisa betulin listrik,
Yang bisa betulin apa saja,
Yang nyambung saat ngobrol,
Yang suka olahraga,
Dan yang yang lain yang ga bakal habis kalau disebutin satu-satu.
Tapi adakah sosok malaikat seperti itu di bumi?
Sosok yang terlalu sempurna.
Lalu saya berpikir ulang, pria seperti itu tidak akan pernah ada.
Lalu bagaimana?
Pada akhirnya saya hanya berharap diberi seseorang mencintai saya dan saya cintai sepenuh hati. Menerima saya apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan saya, dan begitu pula sebaliknya.
Dan pada akhirnya menjalani hidup dengan bahagia bersamanya.

Tuhan, harapan ini tidak ketinggian kan?
I haven’t found what I’m looking for….

Are you there and waiting for me, dear my future husband?

Reflection

Bermain-main di blog sebelah seolah menyadarkan saya, betapa besarnya mimpinya dan betapa kecil mimpi saya. Betapa saya ternyata hanya mengalir dan terus mengalir, tidak pernah menentang arus. Stuck in that tiny point and always looks at the same thing, thing maybe just nothing.

I miss my creativity, my ambission to write, my soul of art. I’m bored with this constant life. I need some wave. Saya butuh gelombang yang akhirnya memacu saya untuk berenang ke tepian. Mengalir sudah terlalu lama, sudah waktunya berjalan dan memilih arah.

Lazy little girl, please wake up.
Please doing something.

image