Periksa Kembali Struk Belanjaan Anda!

Periksa kembali struk belanjaan anda terutama di toko-toko berakhiran “mart”. Hari ini saya belanja bulanan seperti biasa ke toko berakhiran “mart” di dekat rumah saya. Saya belanja banyak mulai keperluan dapur sampi keperluan kamar mandi. Sampai di kasir saya dilayani oleh seorang mbak-mbak berjilbab, cantik. Usianya mungkin masih 20an. Setelah discan satu persatu mbaknya menyebutkan jumlah total belanjaan saya. Saya tidak terlalu memperhatikan jumlah total belanjaan saya. Saya segera mengeluarkan kartu debet sayab karena saya ingin menyimpan uang tunai saya. Kartu debet digesek dan transaksi berjalan seperti biasa. Namun saat saya mencocokkan struk belanjaan yang tercetak dengan struk bank, dan saya menemukan selisih. Meski hanya sebesar lima puluh rupiah. Saya segera mengklarifikasi hal ini kepada mbak-mbak cantik berjilbab itu.
“Mbak, ini koq beda struk bank sama struk belanjanya. Ini di bank tertulis 215.600, sedang belanjaan saya 215.550?” Tanya saya dengan nada biasa. Mbak berwajah putih itu terdiam beberapa saat, namun kemudian menjawab, “iya mbak, itu dari sananya”
“Lho koq bisa mbak kan harusnya sama.”
“Yaudah mbak, ini saya kasih seratus rupiah” jawab mbak itu sambil meletakkan  uang seratusan di meja. Tidak saya ambil. Saya lihat wajah mbak berjilbab itu antara ekspresi ketakutan atau tidak suka. Saya tidak tahu. Lalu rekan mbak berjilbab itu datang.
“Kenapa mbak?” Tanya si rekan sambil mengambil struk belanjaan dan struk bank saya.
“Owh cuma beda 50 rupiah ya?”
“Iya mbak, tapi kan harusnya sama dengan yang di struk”
“Iya mbak, maaf mungkin tadi kebablasan saat masukinnya. Maaf ya mbak. Ini seratus rupiahnya.” kebablasan masukin? Saya tidak percaya.
“Gag usah mbak, jangan diulangi lagi ya!” Kata saya sedikit emosi sambil berlalu pergi dengan belanjaan saya.
Rekan si mbak-mbak itu mengucapkan maaf sekali lagi. Dan mbak-mbak berjilbab tadi hanya diam.

Saya sudah sering mendengar kisah semacam ini sebelumnya, saya kira praktek seperti ini hanya terjadi di beberapa toko berakhiran “mart”. Tapi ternyata hal ini sudah menjamur dan terjadi dimana saja.
Ini bukan soal nominal, memang cuma 50 rupiah,  tapi ini tentang akhlak. Bayangkan bila setiap customer diperlakukan seperti itu. Saya juga punya toko elektronik di rumah dan saya tidak akan pernah berlaku seperti itu, bahkan bila tidak ada kembalian 50 rupiah, saya yang akan mengalah menyerahkan 100 rupiah.

Periksa kembali struk belanjaan anda. Klarifikasi bila ada ketidaksesuai pembayaran dengan struk. Jangan takut protes dan menegur bila anda didzalimi. Karena bagi saya pertanyaan dan protes semacam itu memberi teguran dan shock terapi tersendiri bagi pelaku. Saya sarankan lebih baik belanja menggunakan kartu debet karena tidak ada alasan membayar tidak sesuai dengan struk belanjaan, tidak ada alasan tidak ada uang kembalian.

Semoga sedikit shock terapi dari saya pagi ini bisa membuat mbak-mbak itu lebih teliti memasukkan jumlah total nominal belanja dan juga menghitung uang kembalian customer.

Seperti meributkan hal sepele ya, 50 rupiah saja. Tapi apa sih susahnya memasukkan sesuai nominal.

image

Advertisements