Mungkin Fiksi

“Aku takut.”
“Takut apa?”
“Takut tidak bisa membahagiakan kamu.”
Dia tidak tahu. Aku lebih takut. Seribu, sejuta kali apabila tidak bisa membahagiakannya.
“Asal kamu mencintaiku, aku akan selalu berbahagia.” Jawabku.

Kemudian kami diam-diam mengemas senyum dari bibir masing-masing.

Love can be this sweet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s