My Ideal Type of a Leader

Arah, kemajuan, atau sebut saja nasib sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh kebijaksanaan seorang atasan yang tentu saja sekaligus sebagai seorang pembuat keputusan. Kebijaksanaan itu yang menjadi kunci arah suatu perusahaan dan menjadi kunci bagaimana seorang atasan dinilai oleh anak buahnya.
Sudah sering sekali kita mendengar tentang perbedaan seorang pemimpin dan bos. Dari slide kuliah, dari artikel media, ataupun dari media sosial. Tapi berapa bos yang sadar dan mengganti dirinya menjadi seorang pemimpin? Saya juga tidak tahu.
Tapi yang jelas, berikut bayangan ideal saya tentang atasan setelah bekerja di perusahaan yang lumayan ruwet.
1. Bijaksana
Susah dijelaskan bijaksana itu seperti apa karena pasti tergantung dari situasi yang dihadapi. Tapi saya membayangkan seorang atasan yang bijaksana adalah pertama, selalu menimbang manfaat dan risiko atas sesuatu, kedua dapat memberi keputusan yang tepat kapan mementingkan urusan perusahaan dan kapan mementingkan urusan orang banyak.
2. Menghargai kerja keras bawahannya
Kadang menghasilkan satu lembar dokumen bagi seorang bawahan itu tidak mudah, perlu review atau kerja keras berhari-hari. Dan kadang atasan tidak peduli dengan hal itu dan asal mengganti tanpa memberikan solusi.
3. Memberikan solusi bagi bawahannya
Tidak hanya menyalahkan hasil kerja bawahan, seorang atasan selayaknya memberikan solusi dan saran ke depan.
4. Adil
Tiap bagian dalam perusahaan mempunyai peran tersendiri. Tidak ada anak emas karena bagian tertentu menghasilkan pendapatan perusahan atau penghargaan misalnya dan tidak ada kambing hitam karena bagian tertentu menghabiskan pengeluaran. Karena tiap bagian punya peran dan fungsinya masing-masing.
5. Bertanggung jawab
Membuat keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Itu sudah mutlak menjadi tugas seorang atasan.
6. Mendengarkan
Tiap orang punya pikiran. Tiap orang punya pendapat. Tidak ada salahnya mendengarkan pendapat orang lain.
7. Memandang masalah dari sudut pandang yang luas
Banyak aspek untuk pertimbangan mengambil keputusan, seorang atasan harusnya melihat semua aspek itu

Well, di perusahan tempat saya bekerja. Saya menjadi bawahan sekaligus atasan, dan keduanya tidak mudah. Tapi saya akan terus belajar.

Dan akhirnya seperti kata Soe Hok Gie, “Kebenaran hanya ada di langit.”

Gresik, 27042016

Advertisements