Tidak Terlalu Penting untuk Dibaca

Ada saat-saat dimana saya merasa kehilangan diri saya yang asli. Saat hidup, kerja, gadget dan orang-orang sekitar menjadi rutinitas dimana saya, mau tidak mau harus tenggelam di dalamnya. Dan saya menjadi zombie yang mati rasa. Saya takut kehilangan diri saya  yang selalu bertanya. Saya takut kehilangan keibaan dan cinta kasih. Saya takut ketika saya mulai jarang bicara dengan diri saya sendiri. Pelan-pelan saya mulai lupa caranya menulis, bahkan sebaris puisi saja terasa susah. Pelan-pelan saya  menjadi orang yang mudah dipatahkan semangatnya. Pelan-pelan saya mulai tidak suka membaca novel-novel yang saya suka.

Somebody help me. Za canopus? Kanaya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s