Surat untu diriku

Wahai hatiku yang paling berharga….

Bagaimana bisa kamu dengan mudahnya mencintai orang lain tapi kamu mengabaikan dirimu sendiri? Bagaimana bisa kamu membiarkannya melukaimu begitu parah sedang kamu mati-matian menjaganya?
Bagaimana bisa kamu mengharapkan cinta dari dia yang tidak mau menjadikanmu bagian dari cerita hidupnya?
Bagaimana bisa kamu berjuang untuk dia yang tidak mau memperjuangkanmu?
Aku tahu, kamu ingin dia tahu betapa spesial dia untukmu.
Aku tahu betapa setianya kamu.
Aku tahu betapa kamu menjaga komitmen sampai mati dengan seseorang.
Aku tahu betapa kamu ingin selalu ada saat dia butuh.
Aku tahu betapa tidak tertolong romantisnya kamu.
Aku tahu betapa kamu sangat peduli.
Tapi kamu harus lebih cerdas sekarang.
Bahwa ada waktunya saat kamu harus berhenti berjuang untuk dia yang tidak mau memperjuangkanmu…untuk dia yang tidak memberimu kesempatan.
bahwa ada saatnya berhenti memperdulikan dia yang tak pernah peduli padamu.
Aku terlalu mencintaimu. Dan aku tak ingin melihatmu membakar diri dalam kesedihan, kekecewaan dan airmata.
Akan kuberitahu satu hal yang paling kusuka sekaligus kubenci darimu.
Saat kamu mencintai seseorang kamu selalu memberikan cintamu 100 persen untuk orang itu. Kamu memberikan terlalu banyak sebenarnya. Kamu membiarkan dia mendekte suasana hatimu dan harimu.
Yaa…kamu adalah seorang yang paling berani sekaligus paling bodoh yang pernah kutahu.
sering kali aku menertawakan kebodohanmu ini tapi di lain waktu aku bangga dengan kebesaran hatimu untuk mencintai.

(mencoba menerjemahkan artikel yang sangat inspiratif di http://ngerumpi.com/baca/2011/02/24/a-letter-to-myself.html)