selembar pesan

Setelah beberapa lama, kau akan mengerti perbedaan tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa

Dan kau akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar dan teman bukan berarti aman

Dan kau mulai mengerti bahwa ciuman bukanlah kontrak dan hadiah bukanlah janji

Dan kau mulai menerima kekalahanmu sambil mengangkat kepala dan membuka mata, dengan kelapangan dada seorang dewasa, bukan kesedihan seorang anak

Dan kau belajar membangun semua jalanmu hari ini karena tanah hari esok sangat tak pasti, sulit direncanakan

Setelah beberapa lama kau akan mengerti bahwa sinar mentaripun akan membakarmu kalau berlebihan

Jadi, tanamilah kebunmu dan hiasilah jiwamu, jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu

Dan kau akan mengerti bahwa kau bisa bertahan

Bahwa kau sebenarnya kuat

Dan kau sebenarnya berharga

Veronica A Shoffstall

HOT CHOCOLATE LOVE

Kata-kata di bawah ni ku kumpulin dari sebuah novel karya Anissa ‘Win’ Salsabila bertitle HOT CHOCOLATE LOVE. Kata-katanya keren-kerenz n bisa menginspirasi kita lho!!!

When you are sad…………..I will dry your tears

When you are scared………I will comfort your fears

When you are worried…… .I will give you hope

When you are confused……I will help you cope

And when you are lost…… and can’t see the light

I shall be your beacon……..shining ever so bright

* * *

Mana mungkin aku menolak kedatanganmu, sementara namamu telah datang sebelum aku meenarik nafas pertamaku

* * *

Kenapa burung-burung selalu kembali ke sarangnya? Apa karna ‘ kembali’ itu adalah pasti?

* * *

“jilbab ini melindungi kepalamu dari panas matahari disaat di dunia dan akan melindungimu dari panas api neraka saat di akhirat.

Jilbab ini menghangatkanmu saat kedinginan di dunia dan akan menghangatkan jiwamu saat dibangkitkan dari kubur di akhirat

Jilbab ini menutup auratmu saat di dunia dan akan menutup aibmu saat di akhirat

Jilbab ini membedakanmu dengan wanita kafir saat di dunia dan akan menunjukkanmu menuju kumpulan umat Nabi Muhammad saat di akhirat

Jilbab ini menjaga kehormatanmu sebagai wanita saat di dunia dan akan menjunjung kehormatanmu sebagai wanita penghuni surga dari kaum Muhammad”

* * *

Aku membutuhkan kata untuk kurangkai agar dia tahu segala isi hatiku

Aku membutuhkan aroma wewangian untuk kukirim lewat angin, agar dia dapat membaui aroma cintaku

Aku mendambakan sebuah gelombang yang dasyat agar aku dapat segera terdampar di pulaunya

Aku jug
a membutuhkan tanah untuk menanam benih cinta yang sempat ia titipkan padaku sebelum ia pergi

Dan aku harus merasakan kepedihan yang teramat sangat, karna aku membutuhkan tetes-tetes embun penderiataan untuk mengobati dahaga rindunya.

Love is…….(from novel De Buron)

Love is when my smile looks beautiful

Whenever I remember his face

Love is when my eyes are amazing

Since he is the only one I see

Love is when I dream a fairy tale of us

Because I think about him every second I have

Love is when I am angry with him

And forgive him in the same time

Love is when he looks cooler with that old T-shirt

Even more than the sexiest supermodel in the worlds

Love is when bananas taste great

After he said so

Love is when I don’t want to lock the door

As believe in him with all my heart

Love is when I love him

Even if he never realize it

De Buron, Maria Jaclin

21 JUNI 2008 Wisuda DAY

sebuah hari yang lumayan penting bagiku. ok aq bohong! hari ni adalah hari yang cukup penting bagiku. ups!!aq bo’ong lagi. sebenarnya ni hari adalah salah satu hari yang sangat penting di idupq.

setelah 3 tahun berkutat dengan matematika, kimia,biologi, b.inggris, b. indonesia dan Ehem!! FISIKA

setelah capek tiap hari mondar-mandir d sekolah gara-gara sebuah sistim baru yang bernama “moving class”

setelah melewati 3 tahun kantuk yang mendera, angop yang meraja, dan stress yang tak terkira.

setelah jengah dengan angkot merah dan kering dengan angkot kuning.

setelah “menikmati” kamar mandi yang bau dan tak berkunci

AKHIRNYA DATANG JUGA!! AKHIRNYA LULUS JUGA!AKHIRNYA DI WISUDA JUGA. YUP!! ANDA BENAR!! THIS IS WISUDA DAY

ketika mentari menyembul dan bulan melangkah pergi, aq bangun dari mimpi-mimpi malam hari. aku terjaga dengan sebuah senyuman, mengingat aq kan berkumpul dengan teman-teman hari ini. setelah mandi dan bau wangi aq melangkah pergi ke sebuah rumah mungil milik seorang ibu yang akan “memoles” wajahq. menit berikutnya si Ibu yang bernama Bu Kastinah itupun mulai beraksi dengan peralatan riasnya. ya….benda-benda aneh semacam kuas, bedak, lipstick, pencil alis de el el that I don’t know. dengan cekatan si Ibu ini melukis di media bernama “wajahq”. beberapa menit kemudian…………..jreng!!!! wajahq berubah menjadi “aneh”. tak tahan dengan segala keanehan itu, aqpun berinisiatif unutk menghapus make-up di wajahq, walhasil malah TAMBAH ANEH!! ya sudahlah…………………….

sekitar jam 6.15 aq,Tsuchi diantar oleh papaq tercinta(okelah Ayah) dengan sebuah mobil tua yang masih berguna bernama katana. di bunder sudah menunggu temanq yang berwajah oriental bernama Cino(bukan nama sebenarnya). kemudian ayahnq tancap gas lagi dan menginjak rem tepat di sebuah perumahan berjudul GKA. disana seorang teman yang sedikit cerewet ,Nanda ,sudah menunggu,. dan wuzzzzzzzz!!! mobil dipacu secepat angin, berkelok kelok melintasi jalan yang crowded, menukik, menungging, berderit, Whuzzzzzzzzz!(hahaha!ok terlalu berlebihan memang)

sampai di hotel Graha, sudah lumayan banyak anak yang datang dengan muka menor-menor dengan dandanan tak biasa, dengan wajah yang plus cantik plus ganteng.

sebelum acara dimulai juru foto jalanan sibuk jeprat-jepret gag jelaz. siapapun takkan lepas dari “keisengan juru foto ni” bahkan bagi kamu yang tak suka di foto. sungguh menyebalkan!! apalagi setelah acara, foto-foto itu akan di jejer, di gantung seperti ikan-ikan teri di pasar. mengenaskan!!

ketika acara dimulai semua duduk dengan tenang. OK!! tak semua memang!! sebagian sibuk berkasak kusuk gag jelaz, sebagian sibuk memoles make-upnya, sebagian yang narziiz berfoto-foto ria, sebagian lagi terlibat dalam sebuah acara seru berjudul “bincang-bincang”. di buka dengan sebuah band yang membawakan lagu yang terkenal dan tak di kenal. Yah!!!ketika lagunya terkenal, anak-anakpun semangat berdendang. tapi saat lagu tak di kenal dinyanyikan, anak-anakpun kembali sibuk dalam ritual bincang-bincangnya.

Beberapa saat acara berjalan, diumumkan 15 siswa peraih ijazah terbaik.

“yang pertama…..dari XII.IA9……………………M. Ridho…….

“Yang kedua……..dari XII.IA9…………………………………..

“Yang ketiga……..dari XII.IA9………………………………..

Hagemoni kelas rintisan bertaraf internasional ini terus berlanjut hingga peringkat ke-9, membuat makhluk-makhluk anggota kelas biasa, XII.IA1-XII.IA8, merasa kecewa,malas, frustasi, dan sangat-sangat iri. Untunglah di urutan sepuluh hagemoni ini dipatahkan oleh seorang jenius dari XII.IA1 bertitle NIKODEMUS (maap klu salah nama. hehehee…), di susul peringkat sebelas yang diduduki oleh seorang biasa bernama LUCIA DWI ELVIRA(tunggu!!!!!!!! perasaan pernah denger, nama yang tak asing, sungguh tdak asing bagiq. Wow!!!itu namaku!!!namaku!!!am I dreaming??aku? pringkat 11?

what a wonderful thing is it!

Dominasi XII.IA9 kembali muncul di peringkat 12 tapi lansung terpatahkan di peringkat ke-13,14, dan 15.

ada rasa bangga yang menyeruak, ada bahagia yang terselip, ada rasa yang terlalu dalam tuk diiungkapkan. kusingkirkan bisikan setan dalam diri yang berkata “it just ‘kebetulan’. oh No!!! not kebetulan but perjuangan!! (cieee!!!)

Acara terus berlanjut, prosesi penyerahan ijazahpun berlangsung dengan hikmat kebiijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan(lho?koq malah pancasila). ya.intinya semua berlansung dengan tertib, aman dan terkendali. setelah semua wisudawan menerima ijazah mereka (sebenarnya tidak bisa di katakan ijazah, coz isi dari map tebal yang di serahkan tu cuma selembar panca setya wisudawan). maka…dipanggillahh peringkat 15 besar peraih ijazah terbaik.

Ok!! peringkat 1-10( bagiku tidak ada yang istimwa so tidak usah i jelasiin panjang lebar).Dan ketika peringkat 11 di panggil. dengan mantap tapi sedikit malu-malu kelinci tapi banyak bangga aku maju ke depan panggung. diikuti oleh semuwa mata yang memandang tak percaya. tapi yang kuinginkan hanya 2 pasang mata yang aku yakin pasti melihat ke arahku, mata ibuku dan ‘dia’. piagam pun diserahkan live by the headmaster. Ahh!!! kenapa sebentar sekali berdiri di depan(dasar Narziz!).

Berikutnya acara sangat membosankan bagiku dan aku yakin juga membosankan bagi semuwa anak sehingga banyak yang memilih ‘ritual’ mereka masing-masing. dan aku lebih suka mengikuti acara biincang–bincang bersama Jepry, Ucik, Intan,j-Mbot, Arsyad de el el. setelah menunggu dengan prut keroncongan(terang aja, konsumsi baru di bagi pas acara selesai), acara yang dikemas dalam 4 bahasa itu AKHIRNYA SELESAI!!! FINISH! AKHIRNYA USAI. dan tibalah saatnya acara yang lumayan seru ‘FOTO BERSAMA’.

Yang biasanya nggak Narziz jadi sedikit Narsis, yang biasanya sedikit Narziz jadi banyak Narziz, yang dulunya Narziz jadi SEMAKIN Narziz. Ya….sibuk berfoto-foto ria, tak kupedulikan si Ibu yang menungguku untuk pulang(Maap ya Bu!!). Setelah PUAS, akupun mencari NAnda n Tsu yang pengen pulang bareng. Tapi sebelum pulang kami masih berinisiatif untuk berfoto-foto lagi. ya Sudahlah!! acara foto-foto pun dilanjutkan di tambah beberapa wajah yang ikutan nimbrung. Ada Alia, Muhib,Embhot, Anita, Selly de el el plus foto bersama guru fisika teercinta, Bu Halimah, Guru bahasa Inggris Favorit Mr.Mukti dan terakhir orang yang lumayan penting di skul, okelah orang yang penting, Oke!! ORANG PALING PENTING, the headmaster, MR.SUYATNO. Dan usai sudah acara wisuda hari ini!!! Sampai ketemu lagi di acara SMANSA selanjutnya.

Perpisahan???????

“kau takkan pernah mengerti harga setetes air sebelum sumur mengering”


sekarang aku mengerti betapa kita akan merasa seseorang itu berharga, bernilai justru ketika mereka pergi meninggalkan kita.

Love u all my friends, i’ll never find someone like u n i’ll always save your name in the deepest of my heart.

22 juni 2008

Puisi A2DC

Perempuan datang atas nama cinta

Bunda pergi karna cinta

Di genangi air mata jingga di wajahmu

Seperti bulan lelap tidur di hatiku

Yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya?

Meninggalkan hati untuk dicaci

Baru sekali ini aku melihat

karya surga dari mata seorang hawa

Ada apa dengan cinta?

Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama

Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya

Bukan untuk siapa

Tapi untukku

Karna aku cinta kamu

Itu saja

Rako Prijanto

KISAH RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

(Aku langsung nangis ketika pertama kali baca cerita ini. Betapa baiknya Baginda Rasulullah, betapa mulianya. Betapa beruntungnya umatmu ya Rasulullah.)

SETITIK KATA SECERCAH JIWA

Kemana Imanku?

Pada layar-layar yang memabukkan

Kutanyakan “ kemana kau bawa imanaku?”

Pada rupiah-rupiah yang bungkam

Kutanyakan “ dimana kau sembunyikan imanku?

Aku menghujat setan

Penuh bisik rayu sesatkan

“Kemana imanku?”

Jangan seret aku dalam nista

Jangan bawa aku dalam derita

“kemana imanku”

Dari Indonesia lalu Afrika lalu Amerika

“kemana imanku?”

Di dasar Hindia diatas Himalaya

“kemana imanku?”

Ke bulan terus ke angkasa

“kemana imanku?”

Di malam paling kelam

Dalam butiran paling deras

Di khusyu sujud terdalam

“ku temukan imanku”

Gresik,010307

Dia Bersama Alpha Centaury

Jatuh aku berbilur sunyi

Dalam pekat lubang hitam

Malam semakin mengoyakku

Dalam selimut sepi

Hingga hati memilih mimpi

Untuk menuntaskan sendiri

Bias-bias rindu yang dibawa angin malam

semakin menyayat lubukku

Menghujani dengan deras tangisan

Aku ingin bertemu,

Tapi dia disana, bersama bintang Alpha Centaury

Meninggalkanku dengan cerita lalu

Bagaimana harus lepakan kisahmu?

Kisah yang terlanjur melekat dalam hati pilu

Dengan air mata darah?

Atau dengan rintihan bulan bintang?

Dimana harus kubuang bayanganmu?

Dalam laut lepas lalu tergulir ombak?

Sedang matamu

Masih saja menancap dalam otakku

Pias-pias cinta makin merana

Coba lepas senyummu tapi tak bisa

Sedang malam masih saja sunyi

Langit makin gelap tanpa sapaanmu

Apakah aku harus tetap bermimpi?

Sedang Alpha Centaury

Makin jauh meninggalkanku

Jadi “Sesuatu”

Jika Amstrong sudah merayapi wajah sabit itu

Lalu mengibarkan bendera kebesarannya

Yang bahkan tidak berkibar karena udara hampa

Dan Chairil dengan akunya dan sajak emasnya

Sudah menggetarkan sastra yang dulunya hanya gemetar

Pun Da Vinci dengan si cantik Monalisa

Selalu menebarkan pesonanya

Meski tetap saja jadi misteri

Maka aku masih saja disini

Diatas bangku coklat duduk melipat tangan

Tetap membuka lembar-lembar

Mengakrabi, lalu dituakan mereka

Masih saja pusing menghitung rumus fisika kimia

Atau menghafal sejarah

Akupun terpejam untuk menghilangkan mereka yang tebal

Saat mata kubuka, aku sadar

Bahwa aku harus tetap membuka lembar-lembar itu

Bila ingin jadi “sesuatu”

“Dimana kau wahai cahya?”

Sendu gontai melangkah resah

Wajahnya mendung mengundang badai

Hanya langit yang mengerti dukanya

Di jalan penuh parang dia mencari

Sebuah lilin yang terang

Tapi padam di hempas badai

Dalam ceceran darah gelap

Masih saja berlari mencari

“dimana kau wahai cahya?”

Teriakan tercekat gigilan malam

Setelah darah dan air mata kering

Iapun bersimpuh dan menyerah

170107

Teriakkan ‘jiwa’

Angan itu

Yang kembali terbang bersama debu

Hilang pergi lalu pagi

Ini angan masih tersimpan dilubukku

Dalam kantong yang tak terbendung

Hanya sejuk matamu yang kembalikannya dalam peluk

Lalu kumerajut hingga cukup tuk menghangatkan bumi

angan itu bakar saja dalam api yang paling membara

Hingga berkobar dan teriakkan ‘jiwa’

Dengan mata penuh cahya

Bila laut hati ini harus mati

Bila pada akhirnya laut hati kita harus mati

Dan bumi yang selalu memayungi harus menyerah pada matahari, lalu kering

Sedang rona hujan tak jua singgah pada lubuk kita

Dimana lagi kita harus berlindung dari panas yang semakin kerontang

Dan hanya memberi fatamorgana

Maka selayaknya mata hati kita terbuka dan lebih terbuka

Lalu hidupkan kembali laut yang mati itu

Sadar dari fatamorgana

Dan sirami taman kering kita dengan rintik-rintik cinta

Merdeka hanya mimpi

Tlah kutelusuri jejak-jejak huruf

A…B….C….D….berujung Z

Di buku tebal yang kata orang

‘kamus besar bahasa indonesia’

Tlah kusibak semua

Tak jua kutemui makna kata ‘merdeka’

Hilangkah?

Bagaimana kumengerti artinya?

Akupun pergi ke istana negara

Kutapakkan kakiku di gedung megah

Kutemui penguasa lalu sodorkan tanya

‘Apa itu merdeka?’

Dengan sok wibawa orang berdasi itupun mejelaskan

Tapi entah apa yang diomongkan, bahasanya terlalu tinggi untuk orang yang hanya makan sambal dan kerupuk sepertiku

Ah…sudahlah!

Lalu aku pergi bertanya pada orang Indonesia

‘Apa itu merdeka?’

Jawaban sama ‘tak ada penjajah’

Benarkah?

Kugantung tanya pada langit petang di bumi Indonesia berharap jawaban pasti

Maka dia tuliskan di hamparan yang gulita

‘Merdeka hanya mimpi’

Masuk akal!! Hatiku mengiyakan

Gresik, 010407